Ekonomi Bisnis

Segera Diterapkan di Tarakan, Aplikasi MyPertamina Bisa Daftar ke SPBU

SPBU di Tarakan bakal mulai wajibkan pembelian bahan bakar Pertalite dan solar subsidi gunakan aplikasi. (Foto : Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sejak Juni lalu, pemerintah sudah mewajibkan pembelian bahan bakar jenis pertalite dan solar bersubsidi menggunakan aplikasi MyPertamina.

Meski tidak dilakukan secara serentak, namun Pertamina sudah mewajibkan penggunaan aplikasi ini secara bertahap, termasuk Kaltara.

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria tujuan aplikasi MyPertamina ini sebagai syarat pembelian bahan bakar bersubsidi agar bisa tepat sasaran ke masyarakat yang memang membutuhkan.

“Aplikasi MyPertamina ini diperuntukkan bagi masyarakat yang merasa berhak mendapatkan BBM subsidi berupa solar ataupun pertalite,” ujarnya, Minggu (17/7/2022).

Ia menjelaskan, pendaftaran untuk bisa mendapatkan bahan bakar bersubsidi ini bisa langsung di akses melalui aplikasi MyPertamina.

Persyaratan mulai dari mengisi nama kendaraan, dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi perusahaan, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), foto kendaraan serta jenis kendaraan.

Selanjutnya pihak Pertamina akan mencocokkan lagi data yang ada. Tim dari Pertamina memproses permohonan via aplikasi ini selama 14 hari kerja.

“Kalau cocok, pendaftar akan mendapatkan barcode yang identik dengan kendaraan tersebut,” tuturnya.

Barcode ini yang bisa dicetak dan diletakkan ke dalam mobil.

Jadi, bukan lagi harus mengaktifkan handphone untuk menggunakan aplikasi MyPertamina saat membeli bahan bakar subsidi, melainkan barcode tersebut akan menjadi identitas dalam membeli BBM subsidi.

Satria juga mengungkapkan, dengan menggunakan aplikasi MyPertamina membuat penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, tepat kuota dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihaknya juga meluruskan mindset masyarakat dalam penggunaan MyPertamina sebelum mengisi BBM subsidi.

Bukan menggunakan ponsel di SPBU dan pembayarannya pun tidak dianjurkan menggunakan MyPertamina.

“Pendaftaran saja yang menggunakan ponsel itu, kalau setelah dapat barcode, bayarnya bisa tunai, bisa pakai aplikasi itu juga, bisa debit juga. Jadi, barcode itu yang tinggal tunjukkan ke petugas. Petugas akan scan. Kalau sesuai, petugas akan melayani BBM subsidi. Tapi kalau tidak sesuai, ya kita akan arahkan membeli BBM nonsubsidi,” terangnya.

Saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi MyPertamina ke masyarakat.

Ia pun meminta agar masyarakat yang ingin mendaftarkan dirinya untuk memperoleh BBM subsidi bisa untuk mendatangi SPBU terdekat dengan membawa persyaratan.

Terutama untuk masyarakat yang tidak mengetahui cara mendaftar.

“Sebentar lagi kita akan minta masyarakat Tarakan agar mendaftar. Kami juga akan bicarakan ke Pak Wali Kota untuk penerapannya. Mungkin bulan depan diterapkan,” tandasnya.

Penerapan aplikasi MyPertamina di wilayah kerjanya, kata dia, sejauh ini dari hasil evaluasi di wilayah Banjarmasin sudah ada sebanyak 2.500 kendaraan yang sudah mendaftar di aplikasi My Pertamina.

Meski demikian, jumlah ini seharusnya lebih banyak namun ada kendala dalam realisasi di lapangan. Salah satunya, masih ada kesimpangsiuran informasi.

“Misalnya, katanya, ribet ni harus pakai aplikasi Pertamina. Padahal tidak seperti itu, yang penting mendaftar dulu lah. Pembeli yang berhak itu, kalau jenis Solar sesuai dengan aturan. Jenis kendaraan roda empat, kalau bisa penumpang umum, kemudian roda enam tapi tidak melayani industri, terus ada penumpang umum bus besar itu,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment