Nunukan

Sebulan, BNNK Nunukan Temukan Puluhan Pegawai Positif Narkoba

Pegawai di salah satu instansi pemerintah di Nunukan menjalani tes urine, belum lama ini. (Foto: Asrin/Koran Kaltara)
NUNUKAN, Koran Kaltara - Peredaran narkoba tak mengenal siapa korbannya. Baik itu masih di bawah umur, kalangan buruh, bahkan pegawai pun bisa terjerat. Seperti hasil penemuan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, belum lama ini. Dari catatan BNNK Nunukan, selama Desember 2018,  sebanyak 23 orang diduga positif narkoba. Dan 7 orang positif obat-obatan terlarang seperti…

NUNUKAN, Koran Kaltara – Peredaran narkoba tak mengenal siapa korbannya. Baik itu masih di bawah umur, kalangan buruh, bahkan pegawai pun bisa terjerat. Seperti hasil penemuan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, belum lama ini.

Dari catatan BNNK Nunukan, selama Desember 2018,  sebanyak 23 orang diduga positif narkoba. Dan 7 orang positif obat-obatan terlarang seperti benzo.

Kepala BNNK Nunukan Kompol Lamuati mengatakan, bahwa semua temuan ini berdasarkan hasil tes urine dari dinas di instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.  Seperti  di Dinas Pemadam Kebakaran, pada  tanggal 12-16 Desember 2018, Satpol PP pada tanggal 21 Desember 2018 dan Disdukcapil Nunukan.

“Kalau di Damkar, ada 436 tenaga honorer dites urine  Satpol PP sebanyak 120 orang, dan Disdukcapil sebanyak 23 orang,” terangnya dalam pers rilisnya, Jumat (4/1).

Dia mengatakan tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi terhadap pegawai yang diduga positif narkoba.  Hal itu diserahkan ke masing-masing instansi mereka.

“Tapi kita memberikan assement seberapa jauh ketergantungannya. Kalau memang asissment tingkat kecanduannya tinggi, maka kita sarankan direhabilitasi,” kata dia.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah melakukan segala upaya memberantas penggunaan narkoba. Bahkan, pihaknya sering melakukan sosialisasi di lingkungan pemerintah atas bahaya narkoba. “Tapi ternyata, masih ada saja yang mencoba barang terlarang itu,” tandas dia.

Dia menegaskan, bahwa selain merusak masa depan, narkoba juga merusak saraf tubuh jika terlalu lama mengkonsumsinya. Apalagi dengan dosis begitu banyak. “Memang, untuk sekarang belum terlihat dampaknya.  Tapi beberapa tahun ke depan, maka akan menderita penyakit dari dampak narkoba itu,” ungkap.

Sementara itu,  kata dia, melalui pencegahan hingga ke daerah pedalaman diharapkan bisa memberikan pemahaman luas ke masyarakat di perbatasan.

“Kenapa di perbatasan seperti Sebatik, karena di daerah itu merupakan pintu masuk barang haram itu. Jangan sampai anak-anak kita kedepannya ikut dalam peredaran itu,” pungkas dia. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin