SDM BUMDes Masih Butuh Perhatian
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalimantan Utara, Robby Hatman menyampaikan, sebagian besar Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), masih perlu pendampingan massif.
Dijelaskan Robby, berkaitan dengan hal tersebut, DPMD Kaltara fokus pada pemerataan keahlian pengelolaan BUMDes di masing-masing desa. Robby menyampaikan, membangun produk usaha secara bisnis memang tidak senantiasa mulus. Sehingga diperlukan kompetensi SDM yang mumpuni untuk menghadapi berbagai macam hasil yang ada.
“BUMDes yang ada di Kaltara diupayakan bisa semakin aktif lagi. Kita prioritaskan untuk meningkatkan kemampuan manajemen di BUMDes dulu. Karena membangun usaha kan juga tidak bisa langsung untung. Itu yang harus bisa dipahami bersama,” katanya, Selasa (25/8/2020).
Pada tahun 2019, Robby menginformasikan bahwa BUMDes di Sebatik menjadi pilot project. Atau proyek percontohan untuk BUMDes yang lainnya. Secara teknis, BUMDes di Sebatik terus diberi pendampingan massif. Yakni dari sektor hulu hingga hilir usaha. “Tahun lalu di Sebatik yang menjadi pilot project. Kita memberi pendampingan dari sektor hulu hingga hilir. Jadi memang difasilitasi sampai kemana hasilnya dijual. Untuk BUMDes nya sendiri itu BUMDes bersama. Atau gabungan dari beberapa desa,” ulas Robby.
Lanjutnya, produk kelapa yang menjadi unggulan sudah disambut baik konsumen melalui penandatanganan nota kesepahaman. “Jadi waktu itu memang sudah ada MoU siapa penerima hasil kelapa dari BUMDes bersama ini. Selain kelapa, infonya juga sedang dikembangkan komoditas coklat. Secara umum, target ke depan bisa menyentuh pasar ekspor,” jelasnya,
Disamping itu, pemberdayaan potensi kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan, menjadi salah satu prioritas yang juga terus dikawal. Terlebih saat ini beragam infrastruktur penunjang mulai dilengkapi. Sehingga dapat mempermudah kegiatan ekonomi masyarakat.
Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu pandemi covid-19 selesai. Sehingga bisa menjalin komunikasi lebih intens dengan seluruh kepala desa. "Setelah pandemi ini berakhir, akan kita maksimalkan lagi untuk program dan kegiatan pengembangan potensi desa. Kita ketahui dulu apa potensinya dan apa yang dibutuhkan. Baru kita laksanakan," kata Robby.
"Seperti misal di Malinau itu ada komoditas kopi yang berpotensi besar. Itu yang akan kita kawal," imbuhnya.
Secara umum, dia optimis jika sebenarnya potensi ekonomi masing-masing desa dapat dimaksimalkan. Mengingat ada ketentuan penggunaan dana desa untuk hal tersebut.
"Selain untuk pembangunan fisik, dana desa itu difungsikan untuk mendukung perekonomian desa. Teknisnya melalui masing-masing Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Tapi kalau untuk tahun ini, memang difokuskan untuk penanganan covid dulu," pungkasnya.(*)
Reporter: Agung Riyanto
Editor: Eddy Nugroho
Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:
- Jaga kebersihan badan dan lingkungan
- Sering cuci tangan dengan sabun
- Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
- Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
- Jaga jarak dan hindari kerumunan
- Patuhi imbauan pemerintah
BERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!
TERPOPULER