Nunukan

Satgas Covid Nunukan Perpanjang PPKM 14 Hari

Hasan Basri

NUNUKAN, Koran Kaltara – Setelah 14 hari berjalan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Nunukan diperpanjang hingga 2 pekan ke depan, dimulai sejak Selasa (26/1/2021). Ini berdasarkan Surat Edaran Nomor 2 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

SE dikeluarkan tanggal 26 Januari dan ditandatangani Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali mengatakan SE sebelumnya telah berakhir tanggal 25 Januari. Namun, setelah dievaluasi akhirnya diperpanjang dari 26 Januari hingga 8 Februari.

“SE ini memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 dan Instruksi Gubernur Kalimantan Utara Nomor 370/0088/BPBD/GUB tanggal 15 Januari 2021 tentang PPKM,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Selasa (26/1/2021).

Dia meminta seluruh camat, lurah dan kepala desa kembali mengoptimalkan Posko Satgas Penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Kemudian, berupaya mencegah dan menghindari kerumunan, baik secara persuasif maupun penegakan hukum dengan melibatkan aparat keamanan dari Satpol PP dan TNI/Polri,” kata dia.

Sementara itu, dia menyampaikan untuk jam operasi rumah makan, restoran, cafe, dan sejenisnya, ada perbedaan dari SE sebelumnya. Yakni, hanya diperkenankan melayani makan di tempat hingga pukul 21.00 WITA.

“Nah, diatas waktu itu, harus menggunakan sistem take away (pesan dan bungkus/tidak makan di tempat ), mulai tanggal 26 Januari sampai 8 Februari. Ini akan di evaluasi sesuai perkembangan situasi kasus Covid-19 di Kabupaten Nunukan,” bebernya.

Dia menyampaikan, bahwa untuk jam operasional tempat wisata, sarana hiburan masyarakat, pub, bar, diskotek, karaoke dan sejenisnya, juga sama hanya diperkenankan dibuka hingga pukul 21.00 Wita.

“Bagi pelaku usaha dan karyawan serta pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jumlah pengunjungnya dari kapasitas biasanya sesuai SE Nomor 3 tahun 2020 tentang Protokol Covid di tempat usaha. Apabila kapasitas ruangan bisa menampung 100 orang, maka hanya diperkenankan 50 persennya,” ungkapnya.

Hasan menegaskan hingga saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan tidak memberikan rekomendasi izin pelaksanaan kegiatan masyarakat dan melarang aktivitas masyarakat yang mengundang orang dalam jumlah besar dan dapat menimbulkan kerumunan. Termasuk, acara resepsi pernikahan, aqiqah, perayaan ulang tahun dan acara sejenisnya.

“Semua ini akan dipantau bersama TNI-Polri. Dan akan dilakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, serta memberikan sanksi sesuai Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2020 dan Ketentuan-ketentuan Pidana sebagaimana diatur dalam UU Kekarantinaan Kesehatan dan KUHP serta peraturan lainnya yang berlaku,” tuturnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan 5 M;
Memakai masker
Mencuci tangan
Menjaga jarak
Mengurangi mobilitas dan interaksi
Menghindari kerumunan