Tarakan

Sanksi Sosial Mulai Diterapkan untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Razia protokol kesehatan di Tarakan. (Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sanksi sosial bagi perorangan yang melanggar disiplin protokol kesehatan sudah mulai diterapkan di Kota Tarakan. Sanksi diberikan sesuai dengan Perwali Nomor 42 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Tarakan. “Sudah kita terapkan sejak kemarin Rabu (21/10) di Pasar Boom Panjang bersamaan dengan operasi yustisi bersama Satlantas Polres Tarakan dan Dishub Tarakan,” terang Hanip Matiksan, Kasat Pol PP Tarakan, Kamis (22/10/2020).

Hanip mengatakan, sanksi untuk pelaku usaha, seperti kafe dan rumah makan masih menunggu SOP dari Bagian Hukum Pemerintah Kota Tarakan.

“Yang tidak pakai masker kita berikan sanksi sosial. Kemarin kita suruh bersih-bersih di sekitar Pasar Boom Panjang. Kalau pengunjung kafe karena malam tidak mungkin menyapu jadi kita berikan sanksi menyanyi dan hafalan Pancasila,” ungkapnya.

Ia mengatakan razia sudah berlangsung selama dua hari. Hari pertama ada sekitar 50 orang pelanggar disiplin protokol kesehatan, yaitu tidak memakai masker dan hari kedua masih belum diketahui berapa banyak datanya.

“Belum tahu berapa hari ini, yang jelas kita akan lakukan secara terus menerus. Namun jika nanti sudah ada SOP akan diberlakukan denda,” tegasnya.

Setelah ada SOP semua tim akan turun ke lapangan, seperti Satpol PP, polisi, TNI, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, dan stakeholder terkait. (*)

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah