Tana Tidung

Sampah Kayu di Sungai Sesayap Ganggu Pelayaran

Banyaknya sampah kayu di Sungai Sesayap membahayakan keselamatan pelayaran. (Foto : Agung)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Sungai Sesayap di Kabupaten Tana Tidung terpantau dipenuhi sampah kayu, Selasa (14/9/2021).

Salah satu motoris speedboat, Angga mengungkapkan, kondisi tersebut memang kerap terjadi selama ini. Kondisi diperparah ketika banjir datang.

“Kalau menuju Malinau, lepas dari Bebatu itu banyak (sampah kayu). Kalau banjir dari Malinau, tambah kotor tuh. Pokoknya banyak kayu,” kata Angga.

Banyaknya sampah kayu mengganggu kelancaran pelayaran. Ia harus lebih hati-hati agar tidak menghantam kayu dan menimbulkan kecelakaan.

“Karena kayu kan lebih banyak ga kelihatan,” ungkapnya.

Dampaknya, waktu tempuh juga semakin panjang sehingga merugikan bagi dirinya.

“Kesulitan betul, harus lebih hati-hati. Misal ke Malinau 3 jam, jadi 3,5 jam. Karena kan hindari itu, belum lagi gusungnya,” bebernya.

Sebelumnya sempat ada kabar baik upaya pembersihan sampah kayu, yakni dengan menggunakan jaring dari kawat, lalu ditarik ponton kapal. “Tapi itu masih wacana saja,” jelasnya.

Salah satu masyarakat yang Koran Kaltara wawancara, Agus (38) mengatakan, sampah kayu sempat beberapa kali menjadi sebab kecelakaan pelayaran speedboat.

“Selama ini kejadian yang terbalik dampaknya dari papan kayu, pas tikungan ketemu, kena kipasnya itu bisa terbalik. Sudah makan korban itu,” jelasnya.

Ia berharap sampah kayu itu bisa segera dibersihkan sehingga tidak mengganggu kelancaran pelayaran lagi. Pembersihan mutlak karena sampah kayu ini tertahan pasang surut air sungai.

“Ya tolong diperhatikan demi kelancaran speedboat kita. Tidak bisa kepinggir itu kayu, karena pasang surut, tidak bisa pindah,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Tidung, Jamhari, meminta OPD terkait mengomunikasikan persoalan ini ke pemerintah pusat yang memiliki kewenangan, yakni melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) setempat.

“Kewenangannya ada di sana. Jadi kita harap segera dikomunikasikan agar bisa dibersihkan oleh BWS,” ujarnya.

Persoalan ini harus segera ditindaklanjuti. Mengingat sudah terjadi berlarut-larut. “Harus segera, karena ini bicara keselamatan juga. Harus diutamakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari