Nunukan

Sakit Lalu Meninggal, Satu Peserta PPPK Gugur

Para peserta tampak sedang mengikuti tes PPPK di SMKN 1 Nunukan.  (foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sebanyak lima peserta yang ikut seleksi PPPK di SMKN 1 Nunukan terkonfirmasi positif Covid. Mereka terkonfirmasi sejak hari pertama seleksi pada Senin (13/9/2021) pagi.

Bahkan, di hari pertama seleksi PPPK, ada 1 peserta tidak bisa mengikuti seleksi, lantaran meninggal dunia di RSUD Nunukan. Peserta itu meninggal diduga karena sakit parah.

Meninggalnya satu peserta dibenarkan oleh penanggungjawab tempat seleksi PPPK di SMKN 1 Nunukan, Mahfud.

“Informasinya malam hari sebelum tes seleksinya, dia jatuh sakit dan langsung dilarikan ke rumah sakit, opname. Kalau tidak salah muntah darah,” terangnya kepada Koran Kaltara, Selasa (14/9/2021).

Selain kasus meninggal, Mahfud menjelaskan pada seleksi pertama ada lima peserta tidak bisa mengikuti tes, lantaran terkonfirmasi positif.

“Saat ini, lima peserta itu sudah menjalani isolasi mandiri. Memang hari pertama itu, peserta diminta melakukan swab secara mandiri, karena  dinas terkait masih melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Dia sudah melaporkan kasus konfirmasi  itu ke pusat untuk mengukuti susulan atau tahap kedua yang dijadwalkan bulan Oktober.

“Karena, semua peserta diberikan peluang dari pusat harus ikut, bahkan disiapkan untuk tahap ketiga. Artinya, setiap peserta yang sudah terdata di pusat, sudah memiliki nomor peserta. Apabila tidak mengikuti ujian, dikarenakan ada masalah, tanpa surat atau alpa, tetap diberikan peluang,” jelas dia.

Dia menjelaskan, seleksi PPPK ini sudah memasuki hari kedua, dimulai sejak Senin (13/9). Seleksi ini dilaksanakan dalam dua sesi. Pertama dimulai pukul 08.00 WITA dan kedua di mulai pukul 14.00 WITA.

“Lamanya tes itu lebih dari 2 jam. Jadi, sebelum mereka masuk ruangan, mereka harus diswab dulu,” terangnya.

Dia menyampaikan, bahwa jumlah peserta yang mengikuti seleksi dan memiliki nomor peserta, sebanyak 693 orang.

“Satu hari itu ada 160 peserta. Karena, ada dua sesi, setiap sesinya 80 peserta. Jadi, ada empat ruang yang kita siapkan, satu ruang itu dibatasi hanya 20 peserta,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bahwa juknis soal asrama peserta di luar Pulau Nunukan memang tidak ada disebutkan.

“Namun bukan berarti kami lepas tangan, tetap kita arahkan. Tapi, kebanyaknya peserta memilih tinggal di rumah keluarganya,” pungkasnya.

Sejak hari pertama hingga hari kedua, kata dia, belum ada keluhan dari peserta.

“Mungkin ada satu atau dua orang, tapi  belum ada kedengaran oleh kami,” bebernya.

Untuk hari kedua, Selasa (14/9/2021), kata dia, tidak ada permasalahan. Bahkan pada sesi pertama, sebanyak 80 orang hadir.

“Untuk sesi kedua kita masih menunggu hasil swabnya. Karena yang sesi pertama itu negatif semua. Rata-rata peserta yang ikut ini berada di usia 35 tahunan ke atas,” ucap dia.

Kasus gugurnya peserta PPPK lantaran meninggal dunia dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Kependidikan (GTK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, Ridwan, Selasa (14/9/2021).

Dia menyampaikan, bahwa peserta itu seharusnya mengikuti tes sesi pertama, namun tidak hadir lantaran masuk rumah sakit pada malam harinya.

“Informasi yang kami terima, peserta itu sakit, muntah darah di tempat dia menginap di Nunukan,” jelasnya.

Ridwan mengatakan, bahwa peserta itu bernama Adi yang berasal  dari guru kelas SDN 007 Lumbis, namun mengajar di sekolah filialnya.

“Dia dari Sebuku. Umurnya masih muda, kurang lebih 30 tahunan. Sekarang ini pihak keluarganya sudah membawa ke kampungnya di Sebuku,” jelasnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin