Headline

Sabu 88 Kilogram Diamankan Selama Satu Tahun

Sembilan orang pelaku pengedar sabu seberat 17 kilogram oleh Dit Resnarkoba Polda Kaltara. (Foto: Ramlan/ Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Polda Kaltara menaruh perhatian serius terhadap peredaran narkotika. Terhitung sejak Januari hingga Desember 2018, Polda Kaltara melalui Ditreskoba dan empat Polres sudah mengamankan 78,166, kilogram (kg) narkoba jenis sabu. Jumlah tersebut terbilang sangat fantastis dibandingkan pengungkapan sabu pada tahun 2017 yang hanya 28,777  kg karena belum terbentuknya Polda Kaltara. “Itu…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Polda Kaltara menaruh perhatian serius terhadap peredaran narkotika. Terhitung sejak Januari hingga Desember 2018, Polda Kaltara melalui Ditreskoba dan empat Polres sudah mengamankan 78,166, kilogram (kg) narkoba jenis sabu.

Jumlah tersebut terbilang sangat fantastis dibandingkan pengungkapan sabu pada tahun 2017 yang hanya 28,777  kg karena belum terbentuknya Polda Kaltara.

“Itu belum masuk jumlah yang kita reales hari ini (kemarin) sebenyak 10,066 Kg . Jadi kalau kita jumlah semuanya itu, sudah lebih 88 kilo yang kita ungkap selama Polda terbentuk,” sebut Kabidhumas Polda Kaltara, AKBP Berliando, Kamis (13/12/2018).

Sepanjang tahun 2018 ini juga, kolaborasi antara Polres di wilayah hukum Polda Kaltara dan Ditreskoba, sudah mengamankan sebanyak 426 tersangka. Kabupaten Nunukan masih menjadi atensi pihak Polda terhadap peredaran narkoba.

Terbukti, dari data yang disampaikan, wilayah hukum Polres Nunukan berada di puncak untuk pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti sebanyak 47,354 kg.

“Kalau daerah Nunukan memang sangat rentan terhadap penyelundupan narkoba ini. Karena daerah itu yang paling banyak jalur-jalur tikusnya. Kita juga sudah melakukan upaya-upaya agar narkoba ini tidak sampai beredar di negara kita,” jelasnya.

Dari beberapa kasus narkoba yang ditangani, hampir semua barang bukti yang diamankan berasal dari negara tetangga Malaysia. Bahkan, beberapa pelaku yang diringkus merupakan warga negara asing (WNA) yang memanfaatkan perairan perbatasan Kaltara untuk menyelundupkan narkoba.

“Ada empat orang WNA yang kita amankan. Barang bukti yang mereka bawa juga dalam jumlah yang cukup banyak, dan rata-rata dari Malaysia,” ungkapnya.

lanjut Berliando mengungkapkan, dengan penindakan tersebut, setidaknya bisa menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Apabila diasumsikan 1 gram sabu bisa menyelematkan 5 orang, sedangkan untuk 88 kg sabu bisa menyelamatkan ratusan ribu jiwa.

Menurut dia, para pengedar narkoba di era saat ini dapat dikatakan pembunuh berdarah dingin atas dampak yang ditimbulkan. Karena tidak hanya merusak generasi muda tetapi juga menjadi penyebab keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi tidak kondusif.

“Kita harus bersama-sama melawan narkoba ini. Jangan sampai generasi kita rusak akibat mengkonsumsi sabu ini. Seperti yang dikatakan Bapak Kapolda, pengungkapan kasus sabu itu bukanlan sebuah prestasi tapi sebuah keprihatinan buat kita. Karena, masih ada saja warga yang tega untuk merusak generasinya sendiri. Makanya, sinergitas antar semua masyarakat sangat kita butuhkan di era saat ini,” tandasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 14 Desember 2018

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment