Tarakan

Rumah Sakit Overload Rawat Pasien Covid-19, Reagen PCR Terbatas

RSU Kota Tarakan. (Foto: Sofyan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Jumlah pasien konfirmasi Covid-19 di Tarakan bertambah signifikan. Sampai saat ini masih ada 94 pasien positif yang masih dirawat dan dilakukan pemantauan hingga Kamis (19/11/2020).

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti mengatakan, saat ini rumah sakit kewalahan menangani pasien Covid-19. Bahkan ruang isolasi rumah sakit khusus untuk pasien Covid-19 full kapasitas.

“Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), RSUD Tarakan kewalahan untuk penanganan Covid-19. Ruang isolasi penuh, bahkan saat ini lebih banyak kita temukan kasus suspek,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya pasien suspek artinya harus dilakukan perawatan, sementara daya tampung RSUKT dan RSUD sudah maksimal. Untuk pasien tanpa gejala saat melakukan isolasi mandiri maupun di hotel yang telah disiapkan oleh perusahaan atau instansi.

Selain daya tampung ruang isolasi sudah maksimal, Devi mengungkapkan, bahwa reagen RT-PCR untuk pemeriksaan sampel swab sudah terbatas.

BACA JUGA: Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSU Kota Tarakan Over Kapasitas

“Jadi reagen untuk pemeriksaan sampel swab di RSUD sudah terbatas, sementara di RSUKT hanya dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang dirawat agar tidak lama menunggu hasil pemeriksaan swab,” katanya.

Sebagian besar sampel swab saat ini sudah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. “Hari ini kita kirim satu koli atau sekitar 100 lebih sampel swab ke BBLK Surabaya dan kebanyakan sampel yang baru diambil,” imbuhnya.

Hasil sampel swab dari BBLK paling cepat tiga hari, tergantung kondisi di BBLK karena harus antre. Pihaknya berharap reagen yang sudah dipesan dari pusat segera datang sehingga pemeriksaan swab bisa lebih cepat.

“Kita masih mencarikan solusi, kemarin kita pernah overload jumlah pasien. Untuk menyediakan tempat karantina masih akan dilakukan koordinasi dengan Wali Kota Tarakan dan instansi terkait dalam menyiapkan sarana prasarana,” ucapnya.

Devi menegaskan, kasus Covid-19 sekarang sudah saling terkait antara pasien satu dengan yang lainya. “Saya wanti-wanti pikirkan keluarga kita satu orang yang kena orang lain juga bisa kena, Virus saat ini lebih ganas dibandingkan dengan sebelumnya,” tegasnya. (*)

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah