Tana Tidung

RSUD Minimalisir Rujukan ke Luar Daerah

Pelayanan RSUD Akhmad Berahim, Tana Tidung pada Senin (3/5/2021). (Foto: Hanifah) 
  • Tingkatkan Pelayanan RSUD Akhmad Berahim

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Minimnya tenaga dokter spesialis yang dimiliki oleh rumah sakit yang ada di Kabupaten Tana Tidung (KTT) membuat rujukan berobat keluar daerah masih sering terjadi. Rujukan berobat ke luar daerah dinilai membebani masyarakat karena dibutuhkan biaya besar untuk berobat seperti biaya transportasi, biaya berobat serta biaya menginap dan akomodasi selama dalam masa pengobatan.

“KTT cuma punya satu rumah sakit yang aktif dan sudah banyak pasien yang berobat di sana tapi sayangnya masih banyak kekurangan seperti dokter anak, makanya saya masih memeriksakan kesehatan anak di Tarakan, kita masyarakat ini sangat berharap ada layanan dokter spesialis anak di sini jadi kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mahal kalau harus ke Tarakan lagi,” kata Astuti, salah satu warga Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Senin (3/5/2021) kepada Koran Kaltara.

Lanjut kata dia, beruntungnya selama dua bulan belakangan ini tersedia layanan dokter kandungan di rumah sakit sehingga secara tidak langsung mengurangi rujukan berobat keluar daerah. Banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan agar rujukan tidak terjadi lagi. Untuk berbenah, Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim yang merupakan rumah sakit satu-satunya di KTT ini harus melakukan peningkatan.

“Kita lakukan peningkatan pelayanan di rumah sakit untuk meminimalisir rujukan berobat keluar daerah yang selama ini masih terjadi, kita saat ini sudah punya aset daerah yakni dokter spesialis kandungan yang sudah bertugas di Akhmad Berahim jadi masyarakat sudah tidak perlu lagi meminta layanan keluar daerah untuk itu,” kata Kepala RSUD Akhmad Berahim, Dr. Budi Samroni, Senin (3/5/2021).

Dikatakan, untuk kesejahteraan tenaga dokter spesialis berupa tunjangan, perumahan dan kendaraan sudah dipenuhi dengan tujuan dapat memaksimalkan layanan kepada pasien. Belum lama ini Bupati, Ibrahim Ali melakukan peninjauan ke RSUD guna memastikan akreditasi dan bentuk layanan kesehatan apakah sudah maksimal atau sebaliknya, menanggapi hal tersebut pihaknya akan terus melengkapi segala sarana prasarana yang dianggap kurang.

“Untuk sementara dengan Type D kita saat ini sudah cukup jadi kita akan mendesain pemisahan bagi ruang rawat anak, ruang rawat umum, selain itu laundry dan pantry yang perlu dilengkapi dan alat-alat medis banyak yang belum ada, kalau dibilang kurang ya masih banyak yang kurang tapi pelan-pelan kita upayakan supaya layanan berjalan maksimal,” papar dia.

Saat ini kondisi layanan, ada yang masih ditangani dokter umum karena tidak adanya dokter spesialis dan keberadaan tenaga spesialis yang masih belum ada inilah membuat rujukan keluar daerah tak terhindarkan, rumah sakit membutuhkan dokter spesialis anak, dokter spesialis mata dan dokter spesialis penyakit dalam. (*)

Reporter: Hanifah

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah