Politik

Rp63,9 Juta Masih Diamankan, Bawaslu Tunggu Petunjuk

Barang bukti uang yang diamankan di Bawaslu. (Foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sampai saat ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan masih mengamankan puluhan juta uang tunai yang merupakan barang bukti dugaan tindak pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020.

Koordinator Hukum, Penindakan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Nunukan, Abdul Rahman mengatakan, barang bukti uang ini sudah diregister sebagai tanda terima barang bukti. “Nah, sampai hari ini, barang bukti ini masih berada di Bawaslu,” terangnya kepada Koran Kaltara, Selasa (19/1/2021).

Saat ini, kata dia, jumlah barang bukti yang diamankan mencapai Rp62.500.000 ditambah Rp1.400.000. Totalnya mencapai Rp63.900.000.

Rahman menegaskan apakah barang bukti itu dikembalikan atau diserahkan ke kas negara, pihaknya masih menunggu petunjuk Bawaslu Provinsi Kaltara dan Bawaslu RI.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Bawaslu RI di Jakarta. Berdasarkan Peraturan Bawaslu nomor 19 tahun 2018 itu oleh Bawaslu Provinsi segera akan mengeluarkan edaran untuk petunjuk teknis terkait dengan barang temuan tindak pidana pemilihan,” tambahnya.

Dia menduga kemungkinan besar surat edaran ini akan di keluarkan 1-2 minggu ke depan. Sebab, pihaknya tidak bisa bergerak hingga menunggu edaran itu keluar.

“Terkait barang bukti itu, apakah dikembalikan atau di serahkan ke kas negara, kita tunggu petunjuk. Kalau dikembalikan artinya jika laporan tidak terpenuhi syarat formil dan materil,” bebernya.

Sebenarnya, kata dia, jumlah keseluruhan barang bukti uang tunai selama Pilkada di Kabupaten Nunukan yang pernah ditangani Bawaslu mencapai sekitar Rp88.900.000. Namun, ada Rp25 juta, kasus sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

“Jadi beda lagi, bukan kami menangani. Itu ranah kepolisian. Mereka juga ada aturan sendiri. Kita konfirmasi ke Polres, bagaimana penanganan dan tindaklanjutinya,” tambahnya.

Diketahui, Rp88.900.000 ini didapat dari empat kasus yang diduga sebagai serangan fajar atau money politic saat Pilkada di Nunukan 9 Desember 2020.

Kasus pertama, merupakan hasil tangkap tangan masyarakat di Sebatik Barat pada 20 November 2020 dengan sejumlah uang dalam 50 amplop biru dan putih dengan total Rp 25 juta. Untuk kasus ini, Bawaslu telah meningkatkan statusnya dengan menyerahkan kepada Polres Nunukan.

Kasus kedua dan ketiga merupakan hasil temuan dari masyarakat yang diserahkan ke KPU dengan total Rp1,4 juta.
Terakhir, temuan Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia yonif 623/Bhakti Wira Utama (BWU) saat sweeping kendaraan pelintas batas di Desa Bambangan Sebatik pada 2 Desember 2020. Barang bukti yang diamankan 250 amplop dengan masing-masing amplop berisi Rp 250.000 dengan total Rp62.000.000. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan 5 M;

  • Memakai masker
  • Mencuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Mengurangi mobilitas dan interaksi
  • Menghindari kerumunan