Tarakan

Rp40 Miliar Pajak Belum Terbayarkan

Wali Kota Tarakan Khairul

TARAKAN, Koran Kaltara – Pajak daerah yang belum dibayarkan oleh masyarakat mencapai Rp40 miliar. Nilai ini terakumulasi selama beberapa tahun. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tarakan menggandeng Kejaksaan Negeri Tarakan untuk melakukan penagihan kepada wajib pajak.

“Ini yang sedang kita diskusikan karena realisasinya masalah penarikan masih ada tunggakan sampai sekarang sekitar Rp40 miliar. Itu sektor pajak saja yang secara akumulatif menjadi PR (pekerjaan rumah) untuk kita tagih,” terang Wali Kota Tarakan, Khairul, Selasa (19/1/2021).

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang belum membayar pajak supaya segera menyelesaikannya. Pasalnya, selama ini pungutan pajak digunakan untuk membiayai pembangunan serta kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, serta penyediaan infrastruktur.

“Pajak untuk pembangunan kota juga kan, pelayanan pendidikan, kesehatan, fasilitas umum dan itu kewajiban wajib pajak. Yang ditarik sebenarnya bukan uang pengusaha, tetapi uang konsumen yang ditarik saat transaksi. Misalnya kita makan di restoran, menginap di hotel itu kan ada pajaknya. Selain itu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi kewajiban pemilik bangunan dan mestinya dibayar karena untuk pembangunan,” paparnya.

Nilai pajak tertunggak sebesar Rp40 miliar tersebut akumulasi dari beberapa tahun sebelumnya hingga 2021, termasuk PBB Grand Tarakan Mall (GTM) yang sampai saat ini juga terus berpolemik.

Untuk melakukan penarikan, Khairul mengaku bahwa pihaknya sejak 2020 telah melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Tarakan untuk melakukan penarikan.

“Sudah banyak yang bisa ditarik sejak bekerja sama, tetapi masih banyak juga yang belum menyelesaikan kewajibannya. Sebenarnya sesuai aturan, jika tidak mau membayar pajak akan ada peringatan 1, 2 dan 3 sampai penutupan usaha. Itu berdasarkan aturan, tetapi saat ini kita masih ada sisi kemanusiaannya sehingga selalu kita imbau, tolonglah dibayar pajaknya untuk pembangunan kota ini,” ucapnya.

Pajak yang dibayar oleh masyarakat nantinya juga akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan, fasilitas umum, dan lain sebagainya. Dari pajak juga digunakan untuk membantu fakir miskin, bahkan digunakan untuk membangun tempat ibadah.

“Pajak ini kan untuk masyarakat banyak, ada yang tidak mampu harus disantuni negara, uangnya dari situ juga. Taat pajak bagian dari pahala juga, karena uang masyarakat yang ditarik melalui pajak juga digunakan untuk berbagai kegiatan, kalau disalurkan akan mendapatkan pahala karena untuk membangun jalan, bantuan rumah ibadah dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Didik

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan 5 M;

  • Memakai masker
  • Mencuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Mengurangi mobilitas dan interaksi
  • Menghindari kerumunan