Headline

Ribuan PMI Dipulangkan dari Malaysia

Para PMI yang dideportasi ditengah Pandemi Covid-19 bulan lalu. (Asrin/Koran Kaltara)
  • Jumlahnya Diprediksi Meningkat di Akhir Tahun

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sebagai daerah terdekat dari negara tetangga, Malaysia, Pulau Nunukan dijadikan sebagai titik lokasi deportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah.  Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Arbain mengatakan, dari data selama Januari – Juli 2020, PMI yang dipulangkan mencapai 1.907 orang.

Dari jumlah itu, terdiri dari 1.553 laki-laki dan 217 perempuan serta anak-anak berjumlah 97 orang. Kemudian untuk kasusnya, Arbain menjelaskan ada sekitar 1.756 orang tersandung kasus ilegal, sebanyak 68 orang paspor PMI, 76 orang paspor umum, serta 7 orang menyangkut Pas Lintas Batas (PLB). “Semua ini dari Malaysia Timur atau bagian Sabah atau Kota Kinabalu,” ungkap Arbain kepada Koran Kaltara, Kamis (6/8/2020).

Namun begitu, dia menjelaskan, deportasi PMI bermasalah ini sempat terhenti selama dua bulan. Yakni pada bulan April hingga Mei 2020. Itu dikarenakan status lockdown dari Malaysia saat menghadapi pandemi covid-19. “Namun, memasuki bulan Juni 2020, pengiriman (deportasi) semakin membludak sebanyak 816 PMI, dan di bulan Juli hanya 86 PMI. Kalau bulan Januari lalu, itu ada 330 PMI, Februari ada 104 PMI, Maret 217 PMI,” sebutnya.

Berdasarkan domisili kewarganegaraan Indonesia, rata-rata PMI bermasalah yang dideportasi ini mayoritas merupakan warga dari Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Sultra, Jatim, Kaltara, Jabar, Sulteng, Kaltim, Sulbar. “Tapi, kebanyakan warga di Pulau Sulawesi. Kalau untuk PMI di Kaltara, ada tapi tidak terlalu banyak, hanya beberapa saja,” ujarnya.

Angka 1.907 PMI, kata Arbain, kemungkinan akan naik di akhir tahun. Mengingat masih ada lima bulan lagi tersisa di tahun 2021. Jika dibandingkan dalam dua tahun terakhir, kata dia, memang jauh. Dimana tahun 2018 lalu, ada sekitar 2.800 PMI yang dideportasi, dan tahun 2019 juga mencapai 2.775 PMI. “Sebelum dideportasi, para PMI ini berada di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau-Sabah, Malaysia. Begitu juga PTS lainnya di Malaysia Timur,” ungkapnya.

Setelah tiba di Nunukan, para PMI kembali didata, lalu ditempatkan di rusunawa. “Pendataan ini kita lakukan untuk memberikan mereka pilihan. Apakah kembali ke Malaysia dengan jalur resmi atau ingin pulang ke kampung serta ingin menetap di Nunukan. Tapi, semua pilihan ini ada persyaratan yang wajib dipenuhi para PMI,” tuturnya.(*)

Reporter: Asrin
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah