Headline

Ribuan Pemilih Tidak Masuk dalam Pemutakhiran Data

COKLIT - Petugas di Lapangan saat melakukan coklit di salah satu rumah warga di Bulungan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Dari Hasil Evaluasi Bawaslu di Tengah Tahapan Coklit

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020, salah satu tahapan yang tengah berlangsung adalah pencocokan dan penelitian (Coklit). Para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan pendataan langsung untuk memastikan seluruh pemilih didata secara akurat. Namun, di tengah tahapan Coklit, sejumlah catatan dan hasil evaluasi ditemukan oleh jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di lapangan.

Bahkan hasil evaluasi itu melalui Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dikirim langsung kepada Bawaslu RI, tidak terkecuali dari Kabupaten Bulungan. Hal itu diakui oleh Ketua Bawaslu Bulungan Ahmad saat ditemui media. Ia menyebutkan ada sejumlah data yang tidak sinkron antara daftar pemilih model A-KWK dengan kondisi di lapangan.

“Ada data yang harusnya sudah TMS (tidak memenuhi syarat) yang masih masuk (sebagai pemilih). Ada data yang usia 17 tahun belum masuk dalam A-KWK. Kemudian ada data pada saat pemilu sebelumnya dia ada (tercatat sebagai pemilih), saat di-coklit tidak ada. Dan itu menyebar di 10 kecamatan di Bulungan,” ungkapnya, (11/8/2020).

Dibeberkannya, bahwa sebanyak 1.189 pemilih yang ditemukan tidak masuk dalam A-KWK. Kemudian ada pula data TMS seperti status ASN, TNI dan Polri serta sudah meninggal dunia masih masuk dalam daftar pemilih sekitar 151. Selebihnya, data warga belum usia 17 tahun tapi sudah menikah belum masuk juga dalam form A-KWK 13 orang.

“Ada beberapa kategori data yang tidak sinkron. Tapi paling banyak itu yang tidak terdaftar sebanyak 1.189,” ungkap Ahmad.

Khusus di Bulungan, informasi terkait tidak sinkronnya beberapa data telah disampaikan kepada KPU Bulungan. Terhadap hasil evaluasi itu, dikatakan Ketua Bawaslu langsung ditindaklanjuti oleh jajaran KPU. Seperti diketahui, proses Coklit masih berlangsung dan berakhir pada 13 Agustus mendatang.

“Kalau di Bulungan, karena koordinasi kita bagus, baik tingkat KPU –  Bawaslu sampai ke bawah, begitu kita sampaikan langsung ditindak lanjut. Karena ini kan masih sementara Coklit juga,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua KPU Bulungan Lili Suryani membenarkan adanya hasil evaluasi Bawaslu yang disampaikan kepada KPU. Ia mengatakan, bahwa data tersebut sebelumnya sudah dipastikan oleh KPU RI, dan sesuai instruksi KPU provinsi, kemudian diteruskan kepada PPK dan PPS untuk ditindaklanjuti.

“Itu kami langsung tindak lanjuti. Kami teruskan kepada PPK dan PPS untuk meminta data yang dimaksud yang sudah dikirim ke Bawaslu RI,” terangnya.

Sementara itu, ia menambahkan, bahwa proses coklit sejauh ini sudah hampir selesai. Adapun data yang terdapat dalam form A-KWK, dipastikan akan mengalami perubahan. “Pasti berubah, tapi apakah naik (bertambah) atau turun (berkurang), tergantung hasil Coklit,” sebutnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah