Headline

Restrukturisasi Kredit Diperpanjang Setahun

Tampak kegiatan nasabah perbankan di Kabupaten Bulungan. (Foto : Dok/Koran Kaltara)
  • 7.349 Nasabah Berasal dari Kaltara

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dipastikan memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama setahun. Dengan perpanjangan ini, kreditur bisa tetap mendapat keringanan pembayaran cicilan hingga akhir 2021 nanti.

Dari Siaran Pers OJK yang Koran Kaltara terima, Jumat (23/10/2020), perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit memperhatikan assessment terakhir OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi pada Rapat Dewan Komisioner OJK tanggal 23 September 2020 lalu.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan assessment bank untuk menghindari moral hazard (kerugian di satu pihak). Sehingga debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi di tengah masa pandemi ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk POJK. Termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait. Antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Sebagai informasi, realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp904,3 Triliun untuk 7,5 juta debitur di Indonesia. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15 persen. angka ini menurun sebesar 3,22 persen dari bulan sebelumnya. Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

“OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional,” papar Wimboh.

Sebelumnya, OJK Kaltimtara mencatat 7.349 nasabah Kaltara di sektor perbankan telah mendapatkan restrukturisasi pembayaran kredit atau pinjaman. Baik yang berasal dari bank umum konvensional, bank umum syariah, bank perkreditan rakyat dan bank perkreditan rakyat syariah.

“Total rekening yang telah dilakukan restrukturisasi hingga pertengahan tahun kemarin sebanyak 7.349 rekening. Total nilainya mencapai Rp682 miliar.” kata Kepala OJK Kaltim, Made Yoga Sudharma.

Dijelaskan Made, restrukturisasi kredit sempat meningkat cukup tajam pada Bulan Mei 2020. Dibandingkan bulan sebelumnya, terdapat kenaikan 91,48 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 3.833 nasabah.

“Total nilai yang direstrukturisasi pada bulan Mei mengalami peningkatan 65,13 persen dari porsi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp413 miliar,” ujarnya

Lanjut Made, sektor UMKM yang tercatat telah dilakukan restrukturisasi sebanyak 6.291 rekening  dengan nilai Rp458 miliar. Sektor ekonomi yang paling terdampak adalah perdagangan besar dan eceran. Dimana sejumlah 4.840 rekening senilai Rp371 miliar telah disetujui untuk dilakukan restrukturisasi.

Sementara itu, pada sektor perusahaan pembiayaan, sebanyak 7.556 debitur telah disetujui restrukturisasi nya. Angka ini meningkat sebanyak 120,10 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3.433 debitur.

“Total nilai yang telah direstrukturisasi adalah sebesar Rp179 miliar. Meningkat 228,78 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp54 miliar,” ujar Made.

Sebagai upaya mengatasi kredit bermasalah akibat Pandemi, OJK telah mengeluarkan POJK 11/2020. Debitur yang dilakukan restrukturisasi melalui POJK ini dapat dikategorikan sebagai debitur lancar. Sehingga tidak memperburuk kondisi kesehatan perbankan.

“Melalui PJOK tersebut, kita berupaya menjaga kondisi NPL perbankan pada level yang aman,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Made kembali mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan berita-berita kondisi perbankan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk jika ada oknum tidak beretika dan menggunakan berita-berita negative sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank.

“OJK menghimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak panik dan tetap percaya kepada lembaga perbankan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, BI, OJK, LPS dan stakeholders terus bekerja keras untuk membuat langkah-langkah dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi nasional,” paparnya.

“Dengan demikian, masyarakat hendaknya tetap tenang dan tidak percaya dengan issue yg beredar. Serta tetap melakukan transaksi keuangan yang wajar melalui perbankan,” pesan Made

Sementara itu, dari catatan Koran Kaltara, pemerintah pusat juga mengucurkan Rp3,85 miliar untuk menyubsidi bunga pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) 8.501 nasabah di kabupaten dan kota. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan Rp0,01 miliar untuk subsidi bunga Non KUR untuk 75 debitur yang ada.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah