Kaltara

Rasio Elektrifikasi Kaltara Capai 77 Persen

Anggota DPR RI Arkanata Akram

NUNUKAN, Koran Kaltara – Persoalan listrik di Kaltara belum 100 persen terealisasi. Pada tahun 2019 lalu, rasio elektrifikasi di Kaltara mencapai 77 persen.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI dapil Kaltara, Arkanata Akram, saat melakukan reses di Kabupaten Nunukan, Sabtu (7/8/2020) siang.

“Jika ada data lain, itu salah. Saya sudah sampaikan di rapat kerja dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PLN,” terangnya kepada Koran Kaltara, Sabtu (7/8/2020).

Selama ini, kata dia, data di pemerintah pusat mengenai listrik itu salah. Sebab, data yang dijabarkan itu, rasio elektrifikasi Kaltara mencapai 94 persen. Bahkan tahun ini, sudah mencapai 97 persen.

“Ini mereka menggunakan perhitungan berbeda dengan apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltara,” ungkapnya.

Menurutnya, data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kaltara lebih akurat. Sebab Pemprov melihat per KK atau per rumah. Sementara Pemerintah Pusat hanya melihat per Desa.

“Artinya apa, kalau satu rumah di satu desa maka dibilang desa tersebut sudah terealisasi listrik. Padahal tidak. Inilah yang perlu diperbaiki kinerja, agar pemerintah pusat lebih memperhatikan daerah-daerah serta perbatasan, khususnya di Kaltara,” jelasnya.

Menurut dia, ada tiga hal yang menjadi kebutuhan penting masyarakat dunia, yaitu, listrik, infrastruktur, dan air. “Itu sudah pelajari langsung. Inilah yang akan saya perjuangkan terus untuk listrik di Kaltara,” bebernya.

Dalam resesnya, dia mengaku banyak masyarakat yang mempertanyakan bantuan Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Dimana, tahun ini, pemerintah pusat menargetkan pemasangan 45 ribu titik PJU TS di 33 provinsi dengan total anggaran sekitar Rp800 miliar.

Menurut dia, bantuan PJU-TS ini mengalami kendala karena ada pemotongan anggaran dan dialihkan ke penanganan Covid-19. Ini yang perlu disampaikan, agar ada menjadi kejelasan masyarakat.

“Jika ada masyarakat belum mendapatkan bantuan tersebut, bukan berarti terlupakan. Saya harap masyarakat bersabar dan mohon bersabar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah