Tarakan

Rapid Test Bagi Keluarga Covid-19 Tunggu Hari ke 7

Jamaah tabligh akbar Gowa asal Tarakan saat dikarantina di GOR. (DOK/Korankaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 melakukan tracking kasus bagi keluarga 8 jamaah Tarakan yang mengikuti Ijtima Ulama Dunia di Gowa dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Tarakan dr. Devi Ika Indriarti menjelaskan, tracking kasus sudah dilakukan hari ini Senin (6/5/2020) sejak pagi hari hingga siang pukul 12.00 Wita.

“Keluarga belum bisa dilakukan rapid test karena kontak kan tanggal 31 Maret 2020, harus ditambah 7 hari. Antibody baru timbul hari ke 7. Jadi hari ke 7 atau 8 baru bisa rapid test,” jelas dr. Devi, Senin (6/4/2020).

Meski begitu hari ke 7 belum tentu dapat dilakukan rapid tes, satgas akan kembali melihat tracking kasusnya seperti apa, berdasarkan wawancara, kemudian didata dan direkap terlebih dahulu.

“Tracking kasus dibagi menjadi 6 kelompok, bersama teman-teman dari pukesmas didampingi lurah, ketua RT, Babinsa serta Bhabinkamtibmas,” katanya.

Dr Devi mengatakan, jika kondisi tidak hujan, lingkungan tempat tinggal positif Covid-19 akan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus.

Sementara itu, terkait dengan aktivitas yang bersangkutan setelah pulang dari GOR, Satgas tegaskan yang bersangkutan sebelum pulang dari GOR harus melakukan isolasi mandiri, menjaga jarak, tidak shalat berjamaah di masjid dan lainnya.

Diketahui, para jamaah asal Tarakan ini sebelumnya sudah pernah dikarantina di GOR saat tiba di Kota Tarakan atau sesaat setelah turun dari KM Lambelu.

BERITA TERKAIT:

“Kami sudah sarankan waktu itu agar tidak keluar rumah, shalat di rumah selama melakukan isolasi mandiri,” bebernya. (*)

Repoter: Ariyanto
Editor: Didik