Headline

Pupuk Subsidi Belum Mencukupi Kebutuhan

Tampak aktivitas panen petani di Kabupaten Bulungan. (Foto : Dok/Koran Kaltara)
  • Enam Ribu Ton Diperuntukkan 15.205 Petani di Kaltara

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kalimantan Utara mendapat 6.078 ton jatah pupuk subsidi tahun 2021. Alokasi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48 Tahun 2020. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Wahyuni Nuzband, Jumat (15/1/2021).

Alokasi pupuk subsidi terdiri dari pupuk jenis urea sebanyak 2.927 ton, pupuk jenis SP36 sebanyak 96 ton, pupuk jenis NPK sebanyak 2.764 ton dan pupuk organik sebanyak 169 ton. “Sesuai Permentan 49 tahun 2020, kita mendapat pupuk subsidi sebanyak 6.078 ton,” kata Wahyuni saat ditemui di kantornya.

Penyaluran pupuk subsidi ditarget berjalan dalam waktu dekat. Secara teknis, DPKP Kaltara telah merampungkan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi kabupaten dan kota.

“Hari ini (Jumat, 15/1/2021), terakhir input-an RDKK. Setelah ini ditutup, langsung pembuatan SK (Surat Keputusan). Jadi, bisa disalurkan ke kabupaten dan kota. Nanti dari sana disalurkan ke kecamatan-kecamatan,” jelas Wahyuni.

Dia menargetkan penyaluran pupuk subsidi berjalan tepat waktu. Sehingga bisa membantu petani saat memasuki masa tanam.  “Sebenarnya distributor juga sudah menanyakan SK penyalurannya. Tapi ini kan baru diselesaikan. Kita optimis sudah di petani jelang musim panen. Paling tidak ya bulan depan,” ujarnya.

Soal teknis distribusi, nantinya diawasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida. Ada beberapa indikator yang menjadi fokus pengawasan. Mulai dari penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET), penyaluran tepat waktu dan sasaran, tidak ada praktik penimbunan, dan lainnya. “Komisi ini diketuai Pak Sekda, wakilnya di kami Dinas Pertanian dan Biro Perekonomian. Pelaksanaannya melibatkan Satpol PP dan pihak kepolisian,” jelas Wahyuni.

Adanya alokasi pupuk subsidi diharap menekan pengeluaran petani untuk ongkos produksi. Sehingga keuntungan yang diterima saat panen bisa lebih meningkat. Pupuk subsidi juga menjadi intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pertanian setiap tahunnya.

“Pupuk subsidi memang memiliki peran penting untuk meningkatkan produktivitas komoditas pertanian. Ini dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Berbicara detail alokasi tahun 2021, diungkapkan Wahyuni tidak sebanding dengan pengajuan dari petani. Kondisi ini juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga pemerintah perlu menyesuaikan porsi alokasi agar merata di kabupaten dan kota.

Dari data RDKK yang telah masuk, usulan pengajuan pupuk subsidi sebanyak 7.772 ton. Usulan Ini terbagi untuk 15.205 petani dengan luas lahan tanam 21.311 hektar. Dari angka usulan dan kuota yang diberikan, maka Kaltara kekurangan 1.694 ton. Kekurangan ini nantinya akan disiasati. Dengan begitu, semua petani tetap mendapatkan.

Mengenai andil dari pemerintah daerah, diakui Wahyuni belum bisa dilakukan. Ini disebabkan keterbatasan anggaran yang sulit merealisasikan bantuan pupuk subsidi. “Besar anggarannya kalau untuk membantu pengadaan pupuk subsidi. Kita belum bisa melaksanakannya,” sebutnya.

Berdasarkan subsektor pertanian, pengajuan pupuk subsidi untuk tanaman pangan sebesar 2.637 ton. Kemudian sektor holtikultura sebesar 1.549 ton, sektor perkebunan sebesar 3.750 ton, sektor peternakan sebesar 60 ton dan sektor perikanan sebesar 25 ton. “Alokasi pupuk ini disesuaikan dengan subsektornya. Apa yang menjadi kebutuhan dan diajukan dalam RDKK, itu dasar penyalurannya,” jelas Wahyuni.

Sebagai informasi tambahan, HET Pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah berlaku nasional. Yakni merata di 34 provinsi. Harga pupuk subsidi jenis Urea sebesar Rp2.250 per kilogram, pupuk SP36 sebesar Rp2.400 per kilogram, pupuk ZA Rp1.700 per kilogram, pupuk NPK Rp2.300 per kilogram, pupuk NPK Formula Khusus Rp3.300 per kilogram, pupuk organik granul Rp800 per kilogram dan pupuk organik cair Rp20.000 per kilogram. HET Pupuk subsidi tersebut, berlaku untuk pembelian oleh petani di pengecer resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah