Headline

PU Kaltara Usulkan Rp768 Miliar Tahun Depan

PUPR-Perkim – Tampak Kantor Dinas PUPR-Perkim Kalimantan Utara di Jalan Agathis – Kabupaten Bulungan. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Alokasi Terbesar di Bidang Cipta Karya

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kalimantan Utara, mengusulkan program dan kegiatan tahun 2021. Nilai yang diajukan mencapai Rp768,56 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara, Sunardi menjelaskan, nominal tersebut sudah tercatat dalam pagu indikatif. Saat ini tinggal menunggu pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara.

“Kalau usulan ini, sekarang tahapannya dikatakan pagu indikatif. Pagu indikatif belum tentu menjadi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) kita,” kata Sunardi menjelaskan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9/2020).

Sunardi berharap pagu indikatif yang diusulkan bisa terpenuhi semua. Sehingga program dan kegiatan yang dicanangkan DPUPR-Perkim Kaltara bisa terealisasi maksimal. “Idealnya tentu berharap bisa terpenuhi semua. Kalau terpenuhi, maka program-program di bidang ke-PU-an semuanya bisa terealisasi,” harapnya.

Kendati demikian, dia menyadari ada beberapa program dan kegiatan yang dimungkinkan tertunda karena keterbatasan anggaran Pemprov Kaltara tahun depan. Belum lagi kebijakan pemerintah yang linear untuk penanggulangan pandemi covid-19.

“Kita juga perlu sampaikan bahwa ada kemungkinan tidak bisa terealisasi semua. Ini mengingat kemampuan anggaran kita juga. Contoh yang kami usulkan ini Rp768 miliar, tapi yang disetujui mungkin Rp400-an miliar,” jelas Sunardi.

Berbicara rincian pagu indikatif yang diusulkan, di Bidang Cipta Karya sebesar Rp405 miliar. Beberapa prioritas di bidang ini, salah satunya penyelesaian Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara di Jalan Agathis.

“Sekarang yang menjadi prioritas Bidang Cipta Karya di tahun 2021, dari PU itu harapannya gedung sekretariat bisa terselesaikan. Paling tidak strukturnya. Syukur-syukur sama electrical (kelistrikan). Kalau dari Bidang Cipta Karya, itu yang menyerap dana besar,” jabar Sunardi.

Keberadaan Kantor Sekretariat Pemprov Kaltara menjadi prioritas karena juga bisa menampung OPD yang saat ini masih mengontrak. “Ketika sekretariat jadi, kita fokuskan paling tidak antara 12 sampai 14 OPD bisa tertampung di situ,” ungkapnya.

Lanjutnya, prioritas kedua adalah pembangunan Guest House Pemprov Kaltara di Tarakan. Menurut Sunardi, keberadaan Guest House sangatlah penting. Yakni sebagai tempat yang representatif bagi tamu-tamu khusus. Semisal pejabat eselon I pemerintah dan menteri.

“Kami masih punya tanggung jawab untuk mengerjakan Guest House. Kenapa menjadi konsen dan prioritas dari Pak Gubernur, ini karena di Kaltara belum ada tempat yang cukup representatif untuk menerima tamu setingkat eselon I atau menteri,” ungkapnya.

Keberadaan Guest House pun tidak hanya eksklusif untuk tamu Pemprov Kaltara saja. Melainkan juga bisa dimanfaatkan oleh tamu dari  instansi pemerintah lainnya. “Peruntukannya bukan hanya untuk Pemprov saja. Tapi bisa digunakan oleh teman-teman DPRD Kalau ada tamu penting. Dari Polda dan Korem juga bisa,” kata Sunardi.

Pada prioritas ketiga di bidang cipta karya adalah pemenuhan sarana pemenuhan Kantor OPD Pemprov Kaltara. Khususnya yang sebelumnya sudah dilakukan pekerjaan awal.

“Di samping kedua tadi, pemenuhan sarana perkantoran juga jadi fokus kita. Setidaknya kita akan menyelesaikan bangunan yang kita sudah mulai pekerjaannya. Seperti Kantor Inspektorat yang sekarang memasuki tahap finisihing,” jabarnya.

Terakhir, Bidang Cipta Karya DPUPR-Perkim Kaltara direncanakan membantu pekerjaan Kantor Badan Intelejen Daerah (Binda) Kaltara. “Apabila disetujui, ada anggaran kita juga untuk BIN. Meski instansi vertikal, kita sudah menyanggupi memberi bantuan melengkapi bangunan gedung,” jelas Sunardi.

Akses Jalan dan Perumahan Masih Prioritas

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kalimantan Utara, Sunardi, turut menjelaskan secara lengkap pagu indikatif yang diusulkan instansinya pada APBD 2021.

Pada Bidang Bina Marga, dikatakan Sunardi, nominal yang diusulkan sebesar Rp159 miliar. Prioritas pertama pekerjaan di bidang bina marga adalah peningkatan jalan.

“Fokus utama kita di bidang bina marga adalah peningkatan jalan. Aset-aset jalan kita sebagian sudah dilakukan pengerasan. Kalau kita tidak tingkatkan, akan terdegradasi dan nilainya turun. Tentu juga menambah cost atau biaya saat dikerjakan tahun berikutnya,” kata Sunardi, Jumat (25/9/2020).

Lanjut dia, prioritas pekerjaan kedua adalah pemeliharaan jalan. Ini penting karena berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat sehari-hari. “Di sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan, akan kita perbaiki. Sehingga fungsi jalan bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya,” kata Sunardi.

Mengenai pembangunan jalan baru, Sunardi menyampaikan jika prioritas Bidang Bina Marga untuk Jalan ring road di Kota Tarakan. Menurutnya, output pembangunan jalan ini berperan besar dalam menstimulus pemerataan ekonomi di Bumi Paguntaka – Sebutan Tarakan.

“Pembangunan jalan baru yang sifatnya urgensi sesuai perintah Bapak Gubernur itu, salah satunya di Tarakan. Jalan ring road Tarakan diusahakan bisa tembus dari Binalatung ke Juwata. Sehingga bisa menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru,” kata Sunardi.

“Apalagi pintu distribusi untuk barang ada di Pelabuhan Feri Juwata. Jadi pembangunan jalan ini bisa menyebabkan adanya pertumbuhan baru tadi. Sehingga persebaran penduduk bisa merata dan tidak terpusat lagi di daerah selatan,” paparnya melanjutkan.

Pada bidang perumahan, pagu indikatif yang diusulkan sebesar Rp20,27 miliar. Dinas PUPR-Perkim Kaltara masih akan melanjutkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui APBD 2021 nanti. Namun porsinya akan diperkecil karena target pemenuhan rumah layak huni di Kaltara telah tercapai di tahun ini.

“Di bidang perumahan, sampai dengan tahun 2020, kita sudah bisa merealisasikan BSPS untuk 13.800 rumah. Artinya melebihi target pemenuhan dari nasional sebanyak 10 ribu saja,” jelas Sunardi.

Lanjut Sunardi, tujuan akhir dari program di bidang perumahan adalah mendukung tercapainya target 100-0-100 dari Kementerian PUPR. Yakni seratus persen masyarakat terpenuhi akses air bersih, nol persen kawasan kumuh dan 100 persen terpenuhi sarana sanitasinya.

“Terhadap target nol persen kawasan kumuh, kami sangat terbantu program Kotaku yang dilakukan Dirjen Cipta Karya melalui Balai nya di Kaltara. Kita bisa lihat di Karangrejo atau Juwata RT 8 yang sekarang dilaksanakan program ini. Jadi kita memang bersinergi dengan APBN,” ujarnya.

Selain itu, fokus program di bidang perumahan lainnya adalah pembangunan jalan lingkungan. Kegiatan ini menjadi penting karena berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Disamping itu, skema pekerjaan melalui swakelola atau swadaya diharap bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

Beralih ke bidang Tata Ruang, dikatakan Sunardi jika pagu indikatif yang diusulkan sebesar Rp16,05 miliar. Nominal tersebut diprioritaskan untuk mengawal perubahan pola ruang di Kaltara.

“Kalau Tata Ruang, sesuai dengan instruksi dari Bapak Gubernur, kita mengusulkan untuk perubahan pola ruang yang sekarang masih dibahas di kementerian kehutanan. Kita mengawal mudah-mudahan dari usulan APL ini, nanti akan memperluas area yang bisa dikelola pemerintah daerah,” ujar Sunardi.

Nantinya, perluasan area ini diperuntukkan untuk berbagai program dan proyek skala besar. Seperti persiapan Food Estate untuk ketahanan pangan dan menyangga permintaan dari Ibukota Negara Baru di Kalimantan Timur. Lanjut dia, perluasan area juga untuk mendukung pengamanan wilayah di perbatasan, geliat pembangunan industri dan pertumbuhan kawasan perekonomian baru.

“Terkait dengan pola ruang kita, Kaltara punya wilayah perbatasan yang luas. Jadi salah satu yang Pak Gubernur perintahkan dalam perubahan tata ruang ini untuk memikirkan penempatan pasukan di perbatasan,” ujarnya.

“Kemudian juga perluasan industri. Kita tahu industri yang akan terbangun di KIPI seiring pembangunan PLTA akan banyak sekali. Perluasan area juga memikirkan pertumbuhan-pertumbuhan daerah baru. Khususnya di titik perbatasan yang dicanangkan terbangun PLBN,” papar Sunardi melengkapi.

Pada bidang Sumber Daya Air (SDA), dikatakan Sunardi jika nominal anggaran yang diusulkan sebesar Rp134,5 miliar. Program prioritas yang diusulkan masih seputar pemenuhan air baku untuk masyarakat sesuai kewenangan pemerintah tingkat provinsi. Selain itu, program di bidang SDA menyesuaikan kegiatan beberapa OPD terkait.

“Dari bidang SDA, disamping kegiatan-kegiatan rutin, kita juga menyusun program yang sinergi dengan program dari dinas lain. Contohnya pertanian, kehutanan dan perkebunan,” kata Sunardi.

Terakhir di bidang Jasa Konstruksi, dikatakan Sunardi jika nominal yang diusulkan tidak terlalu besar. Yakni senilai Rp5 miliar. Peruntukannya diprioritaskan pada sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang ada di Kaltara. Sehingga mereka bisa terserap maksimal di dunia kerja.

“Kita tau ke depan dengan boomingnya  industri di Kaltara karena pembangunan PLTA maupun KIPI, akan memerlukan tenaga yang mempunyai sertifikasi. Kita tidak pungkiri sudah banyak tenaga yang ahli dna terampil di bidang tukang ini. Cuma untuk membuktikan mereka ahli atau terampil ini perlu sertifikasi. Orang yang nanti memerlukan tenaga kerja dari kita, akan mempertanyakan itu,” jabar Sunardi.

Menurut Sunardi, sertifikasi tenaga kerja bidang konstruksi juga sejalan dengan program pemerintah pusat. Yakni penyediaan sumber daya manusia yang bisa terserap maksimal dalam kegiatan investasi dan pembangunan.

“Pelatihan dan sertifikasi yang kami lakukan sudah link dengan pusat. Jadi secara nasional diakui. Pak Gubernur memang memerintahkan kepada kami untuk menyiapkan sdm yang dapat diakui. Ini sesuai dengan kebijakan nasional Pak Jokowi. Setidaknya sudah ada 2.600 orang yang kita sertifikasi. Baik tenaga terampil maupun tenaga ahli,” pungkasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah