Nunukan

PTM di Nunukan dan Sebatik Masih Dilarang

Foto: Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

NUNUKAN, Koran Kaltara – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Pulau Nunukan dan Sebatik masih dilarang.

Pelarangan itu ditegaskan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 6 tahun 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan,  larangan pelaksanan PTM itu tertuang di poin 4  SE Perpajangan Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Pengetatan Pintu Masuk (PKM) wilayah Kabupaten Nunukan.

“Dalam poin 4 itu, dijelaskan kegiatan PTM tidak diperkenankan untuk dilaksanakan di Pulau Nunukan dan Sebatik. Sedangkan wilayah lain mengikuti ketentuan pembelajaran yang berlaku sesuai zona risiko Covid-19 serta seluruh guru serta petugas sekolah telah mendapatkan vaksinasi Covid,” jelasnya kepada Koran Kaltara, Rabu (21/7/2021).

Alasannya, kata Aris, karena kasus penularan di Kabupaten Nunukan terus mengalami peningkatan. Ditambah lagi, ada ditemukan varian baru delta dari India.

“Sehingga sangat berisiko bagi anak-anak, jika tetap dilakukan PTM. Anak-anak juga masuk dalam rentan penularan C-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan H Junaidi mengatakan, pembukaan PTM harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.

“Walaupun pembukaan PTM menjadi kewenangan daerah, namun harus memiliki rekomendasi dari Satgas Covid. Kalau belum bisa dibuka, maka ditunda lagi,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya telah merencanakan pembukaan PTM pada tahun ajaran baru. Namun melihat kondisi kasus saat ini, kemungkinan akan ditunda.

“Khusus sekolah di Nunukan dan Sebatik. Dua wilayah ini sangat tinggi kasus penularannya,” bebernya.

Namun, kata dia, untuk di wilayah tiga (Krayan dan sekitarnya), semuanya masuk zona hijau. Di Tulin Onsoi masuk zona orange dan Sebuku zona kuning.

“Dulu, ada 14 sekolah melaksanakan tatap muka. Itu di wilayah tiga. Nah, sekarang kemungkinan semua sekolah buka di wilayah tiga. Hanya zona oranye dan merah saja yang tidak dibolehkan membuka PTM ,” jelasnya.

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 57 Kasus

Penyebaran Covid-19 di Nunukan masih terus mengalami penambahan. Pada Rabu (21/7/2021), ada penambahan 57 kasus baru terbesar di delapan kecamatan.

Rinciannya; Kecamatan Nunukan 38 kasus, Nunukan Selatan 5 kasus, Sebatik Timur 2 kasus, Sebatik Utara 1 kasus, Sebatik Barat 6 kasus, Sei Menggaris 3 kasus, Tulon Onsoi 1 kasus dan Sembakung Atulai 1 kasus.

Dari 57 kasus baru tersebut, dua kasus merupakan penularan impor pelaku perjalanan. Keduanya merupakan warga Pulau Nunukan.

“Keseluruhan (akumulatif) kasus konfirmasi di Kabupaten Nunukan sudah mencapai 1.020 kasus,” ungkap Aris Suyono.

Selain penambahan kasus baru, kata dia, jumlah kasus sembuh di Nunukan juga mengalami penambahan. Per 21 Juli 2021, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 34 kasus.

“Saat ini, kasus yang masih dalam pemantauan ada sekitar 751 kasus. Dari jumlah itu, 23 orang menjalani isolasi di RSUD Nunukan dan 728 isolasi mandiri,” jelasnya.

Selanjutnya, dia mengungkapkan bahwa pasien meninggal juga mengalami penambahan satu kasus.

Pasien yang meninggal, yakni NNK 2.522 berinisial RU, perempuan 55 tahun warga Liuk Bulu, Sembakung Atulai.

“Pasien meninggal di RSUD Malinau, Selasa (20/7/2021). Pasien terkonfirmasi sejak 19 Juli. Penyebab meninggalnya dikarenakan gagal nafas atau sesak dan sudah dimakamkan di Malinau,” jelasnya.

Aris juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Nunukan sudah ada ditemukan satu kasus varian delta.

“Jadi, tanggal 20 Juni, kita ada mengirimkan sampel ke Balitbangkes Kemenkes. Hasilnya, ada dua sampel diperiksa, namun hanya satu sampel yang terbaca dan satu sampel sudah masuk ketegori rusak,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sampel terkonfirmasi varian delta itu merupakan seorang pria berinisan F (28) yang teregistrasi NNK 1.459 warga Sei Pancang, Sebatik Utara.

“Pasien ini merupakan pasien pertama di kluster PT PP di Sebatik Utara dengan tingkat penyebaran cukup tinggi. Bahkan, dalam sepekan klaster ini berkembang menjadi klaster perkantoran dan keluarga,” bebernya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin