Bulungan

Proyek PLTA Bakal Butuhkan 25.000 Tenaga Kerja

PLTA – Tim PT. KHE dan Pemerintah daerah saat meninjau langsung lokasi PLTA di Kecamatan Peso. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Bangun 5 Bendungan, Pastikan 70-80 Persen Tenaga Lokal

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kebutuhan tenaga kerja pada agenda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Bulungan diperkirakan mencapai 25 ribu orang. Terkait tenaga kerja pada proyek dengan nilai investasi sekitar USD 17,8 miliar itu, menjadi atensi Pemkab Bulungan.

Bupati Bulungan Sudjati menegaskan, untuk tenaga kerja pembangunan PLTA, berdasarkan komitmen dengan perusahaan, dari jumlah tenaga kerja, 70 hingga 80 persen di antaranya merupakan berasal tenaga kerja lokal. Utamanya dari Kaltara.

“Kebutuhan tenaga kerja banyak, ada ribuan, kalau kita bisa belasan hingga puluhan ribu kan lumayan. Memang ada juga dari luar tapi kita terbanyak hampir hingga 80 persenan lah yang lokal. Ada hitung-hitungannya itu, pastinya perjanjiannya begitu. Dan itu syarat, jadi, investor wajib untuk menyerap tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Terpisah, dikonfirmasi hal itu Manager Operasional PT. KHE, Roni menjelaskan, dalam satu bendungan proyek PLTA akan menyerap kurang lebih sekitar 5.000 tenaga kerja. Artinya, jika ada lima bendungan maka akan menyerap sekitar 25.000 tenaga kerja.

“Jadi, puncak dari proyek ini membutuhkan sekitar 25.000 tenaga kerja. Pastinya terkait itu, kita akan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal  sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” jelasnya.

Mengapa harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan? Menurutnya, karena tidak mungkin tenaga kerja lokal yang tidak memiliki skill (ketrampilan) bisa diterima. Ia menyakinu jika tidak memiliki skill kinerja tidak akan maksimal dan produktif.

“Bahkan, tenaga kerja yang tidak memiliki skill ini bisa mencelakakan diri sendiri dan pekerja lain. Contoh begini, tenaga kerja lokal yang tidak memiliki ahli dalam mengoperasikan alat berat tetapi dipaksakan mengoperasikan alat berat. Nah, itukan bisa membahayakan semua,” katanya.

Roni menambahkan, jika dipresentasikan tenaga kerja lokal akan diserap hingga 70 sampai 80 persen. Selebihnya tenaga kerja dari luar, itu sudah menjadi syarat dari pemerintah untuk tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Syarat dari pemerintah seperti itu. Jadi, kami selaku investor sudah pasti akan memprioritaskan tenaga kerja lokal,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Peso Jonilus berharap, pihak investor yang membangun PLTA berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal. Khususnya tenaga kerja dari putra dan putri asli Kecamatan Peso. “Ini kan proyek besar. Jadi, saya selaku perwakilan masyarakat sangat berharap agar proyek ini bisa menyerap tenaga lokal sebanyak-banyaknya,” tandasnya. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah