Bulungan

Proposal Pendidikan Vokasi Diusulkan ke Kemenko Marves

Risdianto

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemkab Bulungan kembali menindaklajuti rencana pembukaan program pendidikan vokasi D3 Bahasa Mandarin.

Seperti diketahui, rencana program pendidikan ini merupakan kerja sama antara Pemkab dengan Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Terkait rencana tersebut, Pemkab Bulungan mengajukan proposal pendidikan vokasi program studi D-3 Bahasa Mandarin ini kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, dalam rapat koordinasi (rakor) secara virtual di Ruang Rapat Bappeda dan Litbang Bulungan, belum lama ini.

“Proposal diajukan dalam upaya peningkatan kapasitas SDM di Kabupaten Bulungan, khususnya kemampuan berbahasa Mandarin dalam menghadapi pengembangan kawasan industri hijau Indonesia. Sehingga mampu mendapatkan kesempatan dalam pemenuhan tenaga kerja yang cakap nantinya,” beber Sekda Bulungan Risdianto.

Ia mengatakan, proposal pendanaan yang diajukan senilai Rp9,9 miliar. Terdiri biaya utama perkuliahan selama 3 tahun dan biaya akomodasi, konsumsi dan penunjang perkuliahan selama 3 tahun untuk 80 peserta.

Rakor tersebut dilakukan langsung dengan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves RI.

Dengan fokus pembahasan terkait percepatan realisasi Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, melalui persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ahli teknologi.

Pengajuan proposal ini, lanjut Sekda, terkait juga dengan salah satu program unggulan Bulungan, yaitu Mitra Bulungan Berdaulat, berupa bantuan beasiswa D-3 mulai dari semester 1 hingga 6 (akhir) melalui pendidikan vokasi itu.

Informasi dihimpun, Pemkab Bulungan menjalin kerjasama program D-3 Bahasa Mandarin sejak Maret 2022 dengan Universitas Kristen Maranatha.

Sebelumnya, terkait program pendidikan vokasi tersebut, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, pemerintah daerah dalam kerjasama ini menyiapkan fasilitas tempat pendidikan.

Pihaknya bekerja sama dengan Universitas Kaltara (Unikaltar). Jika pun dalam waktu yang bersamaan ada kelas lain maka akan dialihkan ke beberapa sekolah yang ada di Tanjung Selor.

Di awal rencananya ada 2 kelas yang dibuka, dengan jumlah 40 orang setiap kelas, sehingga akan ada 80 orang peserta yang bsia mengikuti pendidikan tersebut. Sementara ini kurikulum pembelajaran juga sedang dipersiapkan.

“Semoga September tahun ini sudah bisa mulai pembelajaran. Program ini berupaya memprioritaskan anak-anak yang ada di Bulungan. Pastinya dengan kebijakan yang ada, bagi anak-anak yang ada di Kecematan Tanjung Palas Timur, khususnya Desa Mangkupadi – Tanah Kuning dan sekitarnya. Mereka bisa jadi prioritas dari anak-anak yang ada di Bulungan,” jelasnya. (*)

BACA JUGA:

Reporter: Nurjannah
Editor: Edy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment