Headline

Program dan Kerja Nyata Tanggulangi Covid-19

Tampak Gubernur Irianto Lambrie saat turun langsung saat melakukan persiapan penyemprotan disinfektan beberapa waktu lalu. (Foto: Dok/Koran Kaltara)
  • Gubernur Sebut secara Simultan Penanganan Kesehatan dan Dampak Ekonomi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pembubaran itu diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Adapun yang melanjutkan penanganan virus corona, adalah Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang berada di bawah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Nomenklatur baru itu juga diturunkan ke tingkat daerah, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Dikonfirmasi terkait hal itu, Gubernur Irianto Lambrie mengemukakan, bahwa secara struktural daerah mengikuti arahan pusat. Apalagi setelah diterbitkannya perpres yang mengatur penanganan dengan sistem administrasi yang berubah.

“Tidak masalah, yang penting ditangani, nanti kita sesuaikan saja. Soal struktur organisasi itu tidak masalah, itu soal administrasi saja. Yang paling penting itu, kita melakukan langkah nyata, tindak nyata, program nyata, kerja nyata, untuk menanggulangi Covid-19 ini,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, bahwa penanganan covid-19 tidak hanya dari aspek kesehatan. Terdapat penanganan dari sisi ekonomi yang juga menjadi prioritas utama.

“Itu lah harus bersama-sama sesuai arahan presiden, dan juga pemerintah pusat. Dan kita semua sepakat dalam rapat gubernur pada 18 Juli di Istana Bogor bersama Presiden, itu jelas kita sepakat bahwa penanganan covid-19 (libatkan) semua unsur. Mulai aspek kesehatan, pencegahan dan penanggulangannya harus sejalan atau secara simultan penanganan dampak ekonominya, termasuk dampak sosialnya,” terangnya.

Tidak bisa ada aspek yang dikesampingkan. Lanjut Irianto menjelaskan, jika hanya fokus kesehatan, sementara pemulihan ekonomi diabaikan, akan berdampak lebih berbahaya.

“Kalau kesehatan saja kita fokus, nanti orang banyak menganggur, banyak orang tidak dapat penghasilan. Itu lebih berbahaya. Bisa menimbulkan kekacauan negara. Tapi kita harus tetap bersyukur, bahwa Indonesia tidak separah banyak negara lain. Saya sepakat dengan pendapat para ahli internasional, bahwa presiden juga bekerja keras bersama para menterinya untuk menanggulangi masalah ini,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah