Nunukan

Progasda Plus Sasar Sekolah Dasar di Tiga Pulau di Perbatasan Nunukan

Kadisdikbud Nunukan, H. Junaidi menyerahkan bubur kacang hijau dan susu kepada siswa SDN 002 Sebuku.(Foto Istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Komitmen Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, H. Junaidi untuk menurunkan angka stunting terus ditindaklanjuti dengan menjadikan tiga sekolah dasar (SD) di tiga pulau di Kabupaten Nunukan sebagai pilot project Program Gizi Anak Sekolah Daerah Plus (Progasda Plus).

Sebagai langkah awal dari Progasda Plus, tiga SD menjadi pilot project,  yaitu SDN 012 Nunukan di pulau Nunukan, SDN 005 Sebatik Barat di pulau Sebatik dan SDN 002 Sebuku di pulau daratan Kalimantan.

Junaidi mengatakan, pelaksanaan Progasda Plus, yakni pemberian asupan gizi berupa bubur kacang hijau plus susu diawali di SDN 012 Nunukan. Kemudian dilanjutkan di SDN 005 Sebatik Barat dan terakhir di hari Selasa (8/6/2021) di SDN 002 Sebuku.

Di SDN 002 Sebuku, hadir dalam pelaksanaan Progasda Plus jajaran unsur Muspika Kecamatan Sebuku, Kepala Desa Apas serta perwakilan BRI Cabang Nunukan selaku mitra kerja dalam menyukseskan program tersebut.

“Di SDN 002 Sebuku merupakan yang terakhir dalam program jangka pendek dan merupakan percontohan. Untuk tahun mendatang diterapkan di semua sekolah,” ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Junaidi mengungkapkan, dia sebagai peserta bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Nunukan, Muhammad Amin dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Nunukan, Sabri pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II angkatan ke VII tahun 2021 di Makassar.

Sebagai peserta PKN, adalah menjadi tugas dan kewajiban membuat inovasi perubahan di instansi masing-masing. Ia memilih proyek perubahan berjudul Progasda Plus.

Latar belakang memilih untuk aktif dalam menurunkan angka stunting, yakni menindaklanjuti laporan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang menyebutkan, 232 desa se – Kabupaten Nunukan dari 21 kecamatan, ada 10 desa yang terindikasi stunting.

Menindaklanjuti laporan itu sekaligus disinergikan dengan program di Disdikbud Nunukan, sehingga perlu dilakukan asupan gizi untuk menekan angka stunting di 10 desa tersebut.

“Tindaklanjut dari inovasi tersebut, di tahun 2022 akan disusun Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur secara teknis dari 10 desa yang terindikasi stunting,” jelas Junaidi. (*/bis)

Reporter: Sabri
Editor: Didik