Tarakan

Positif Covid-19 dari Pelaku Perjalanan Tidak Pengaruhi Proses Penetapan Zona Hijau

dr Devi Ika Indriarti

TARAKAN, Koran Kaltara – Penambahan kasus terkonfirmasi positif di Kota Tarakan, Sabtu (8/8/2020) diketahui merupakan pelaku perjalanan, bukan transmisi lokal.

“Pelaku perjalanan tidak bisa kita kendalikan karena masuk dari luar atau datang dari Jakarta ke wilayah Kota Tarakan,” kata juru bicara gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti mengatakan, Minggu (9/8/2020).

Meski bertambah satu kasus, karena bukan dari transmisi lokal, maka tidak mempengaruhi proses Kota Tarakan menuju zona hijau. Artinya penularan penyakit dari transmisi lokal masih bisa dikendalikan Gugus Tugas Covid-19 Tarakan.

“Penambahan kasus transmisi lokal mudah-mudahan tidak ada. Zona hijau saat ini masih proses di Kementerian Kesehatan, masih dilakukan evaluasi berdasarkan dari laporan hasil yang kita dapatkan. Masih konfirmasi dan klarifikasi,” ungkapnya.

Devi mengatakan, sejauh ini belum dapat diketahui kapan hasilnya Tarakan dinyatakan zona hijau karena semua berproses di Kementerian Kesehatan.

Diketahui, pasien Covid-19 yang baru atau (kode pasien) Covid89 merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta ke Tarakan dengan kepentingan pekerjaan.

BERITA TERKAIT: Satu Kasus Baru Positif Covid-19 di Kota Tarakan

Saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan oleh perusahaan. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan juknis penanganan Covid-19 yang baru versi 5.

“Sesuai juknis, kalau tanpa gejala ataupun dengan gejala ringan sebenarnya tidak memerlukan perawatan, bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun pengawasan tetap dilakukan oleh puskesmas di wilayah tersebut,” bebernya.

Sementara itu untuk perkembangan hasil tracing kasus pasien terkonfirmasi positif yang baru yakni Covid89, didapatkan 11 orang kontak erat. Jumlah kontak erat saat ini bertambah dari sebelumnya enam orang menjadi 17 orang yang sedang dipantau.

“Bukan dari keluarga. Selama isolasi mandiri yang bersangkutan belum bertemu keluarga. Tracing kita lakukan dengan melihat selama 14 hari terakhir dia kontak dengan siapa saja,” urainya.

Dari hasil tracing tersebut gugus tugas menemukan 11 orang dengan kontak erat. Kesebelas orang tersebut akan dilakukan pengambilan sampel swab. (*)

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah