Headline

Polri Ekstra Selektif Terbitkan Izin Keramaian

Plt Kabid Humas Polda Kaltara, AKBP Budi Rachmat.
  • Empat Poin Maklumat Kapolri Wajib Dijalankan Peserta Pilkada

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono melalui Plt Kabid Humas AKBP Budi Rachmat mengatakan, Polri akan sangat selektif dalam memberikan izin keramaian selama masa kampanye Pilkada 2020 ini. Langkah ini diambil sebagai antisipasi penyebaran wabah virus corona yang hingga saat ini belum terkendali.

“Kita akan sangat hati-hati dan lebih selektif lagi dalam mengeluarkan surat izin. Kalau memang acaranya berpotensi menimbulkan kerumunan, kita tidak akan keluarkan izin keramaiannya,” tegasnya saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Jumat (25/9/2020).

Budi mengungkapkan, setiap pasangan calon (paslon), seharusnya menaati apa yang telah ditetapkan oleh penyelanggara pemilu. Terutama tidak melakukan kampanye terbuka yang sifatnya bisa mengumpulkan massa.

Hal itu sudah tertera dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kan sudah ada larangannya. Sebaiknya hindari dulu, supaya kita hindari timbulnya kluster baru di Kaltara. Pihak kepolisian bisa mengambil tindakan tegas dengan membubarkan jika masih ada kegiatan yang berkerumun,” tegasnya.

Budi mengungkapkan, Kapolri Jenderal Idham Azis juga sudah mengeluarkan maklumat kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Dalam maklumat Kapolri nomor: Mak/3/IX/2020 tertanggal 21 September 2020 itu, terdapat empat poin dijalankan peserta pemilu.

Diantaranya adalah, dalam pelaksanaan Pilkada 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19. Ke dua, penyelenggara Pilkada 2020 wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Yang ke tiga, pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Serta yang terakhir setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya,” jelasnya.

“Jadi empat poin yang ada dalam maklumat Kapolri itu wajib dijalankan oleh semua paslon dalam Pilkada di Kaltara ini,” tambahnya.

Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, tegas Budi, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Jika ada salah satunya yang dilanggar, maka kita juga tidak segan melakukan tindakan tegas. Perintahnya sudah jelas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah