Tarakan

Polres Tarakan Paparkan Hasil Operasi Lilin jelang Natal dan Tahun Baru

Wakapolres Tarakan, Kompol Riski Fara Shandy
TARAKAN, Koran Kaltara – Operasi Lilin Kayan 2019 dilaksanakan sejak 23 Desember hingga 1 Januari lalu. Ada dua prioritas dalam operasi terpusat kepolisian ini, yaitu lalu lintas dan kasus pidana. Dalam Operasi Lilin ini juga mengawasi kegiatan masyarakat di 97 gereja yang melaksanakan perayaan Natal. Wakapolres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy menuturkan, pengamanan Natal dan…

TARAKAN, Koran Kaltara – Operasi Lilin Kayan 2019 dilaksanakan sejak 23 Desember hingga 1 Januari lalu. Ada dua prioritas dalam operasi terpusat kepolisian ini, yaitu lalu lintas dan kasus pidana. Dalam Operasi Lilin ini juga mengawasi kegiatan masyarakat di 97 gereja yang melaksanakan perayaan Natal.

Wakapolres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy menuturkan, pengamanan Natal dan sterelisasi gereja dilakukan sebelum Natal hingga 1 Januari. Ia juga mengungkapkan, ada 49 kali jumlah tilang yang ditangani Sat Lantas Polres Tarakan.

“Teguran sebanyak 115 kali, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) hanya satu yang kami tangani. Tapi, tidak berarti hanya satu saja kecelakaan roda dua. Mungkin ada kecelakaan lain, tetapi tidak terlalu parah akhirnya kedua belah pihak dimediasi sendiri dan tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya, ditemui Jumat (4/1).

Ia mengungkapkan, dari satu kasus laka lantas ini ada 3 orang korban luka ringan dengan kerugian material diperkirakan Rp5 juta. Sementara, untuk kemacetan di perayaan Natal dan malam pergantian tahun 2019, diungkapkan Wakapolres sangat jauh menurun dibandingkan tahun 2015 hingga 2018 lalu.

Menurutnya, menurunnya kemacetan ini kemungkinan karena ada imbauan dari Gubernur Kaltara dan Wali Kota Tarakan. Meski, diakuinya imbauan yang sama juga disampaikan pemda setempat di hampir semua daerah di Indonesia.

“Ada imbauan dari pemda, untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengundang massa banyak dan tidak dirayakan berlebihan. Jadi, kemacetan tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.

Sementara, untuk gangguan keamanan, diungkapkan Wakapolres ada lima kasus kriminal yang ditemui selama Operasi Lilin. Yaitu, kasus narkotika, senjata tajam, penipuan, pencurian sepeda motor dan pencurian dengan kekerasan, jambret. Pelaku jambret ini sudah diamankan warga dan diserahkan ke Polres Tarakan.

Dalam Operasi Lilin ini, pihaknya juga melakukan operasi cipta kondisi (cipkon) bergabung dengan personel Polda Kaltara dan TNI maupun dari Satpol PP. Hasilnya, dari empat Tempat Hiburan Malam (THM) dengan jumlah pengunjung sebanyak 124 orang dilakukan tes urine, 15 orang di antaranya positif pengguna sabu.

“Dilakukan penggeledahan, tidak kedapatan membawa narkotika, termasuk alat-alatnya. Kemungkinan mereka memakai sabu di luar tempat hiburan itu, atau beberapa hari sebelumnya,” bebernya.

Selanjutnya, ditemukan juga minuman keras golongan C jenis vodca dan anggur tanpa izin di salah satu toko yang ada di Tarakan. Sedangkan atensi Kapolri, terkait larangan petasan dan kembang api juga tidak ditemukan. Ia mengaku, dari informasi intelejen memang tidak ada petasan dan kembang api yang masuk ke Tarakan. Selain itu, tahun ini juga tidak ditemukan uang palsu masuk dan beredar di masyarakat.

“Kalau untuk pengunjung yang positif pengguna sabu, karena waktu razia itu ada BNN Kaltara dan Dit Resnarkoba Polda Kaltara, nanti selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi di bawah pengawasan Bid Dokkes Polda Kaltara,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Rifat Munisa