Hukum Kriminal

Polres Nunukan Ungkap Penyelundupan Sabu 10 Kg di Tengah Laut

Barang bukti sabu yang diungkap Polres Nunukan. (Foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Setelah hampir sebulan dikembangkan, kasus penyelundupan sabu seberat 10 kg di perbatasan Kabupaten Nunukan, akhirnya dirilis Polres Nunukan di Aula Sebatik Polres Nunukan, Rabu (9/9/2020) pagi.

Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar mengatakan, sabu seberat 10 kg ini terbagi dalam dua kasus dan dua laporan polisi (LP).

“Kasus pertama diungkap tanggal 13 Agustus lalu, dengan berat 8 kg. Dan kasus kedua diungkap di Pulau Sebatik dengan berat 2 kg pada 31 Agustus lalu,” kata dia saat konference perss, Rabu (9/9).

Untuk kasus 8 kg ini, kata dia, ada dua lokai penangkapan, yakni di perairan Sebatik dan di Tanjung Selor. Empat tersangka yang ditangkap, yakni Barga, Muh. Saing, Darclan dan Ikbal.

Di lokasi pertama, pihaknya menangkap tiga orang kurir, Barga, Muh. Saing dan Darclan. Mereka ditangkap di atas kapal speedboat 40 PK saat melaju ke Pulau Nunukan.

“Jadi awalnya kita dapatkan laporan jika ada transaksi di tengah laut. Setelah kita lidik (selidiki) dan berada di perairan Sei Taiwan, kita melihat ada speedboat membawa tiga penumpang yang sangat mencurigakan,” jelasnya.

Merasa penasaran, pihaknya langsung bergerak dan meminta speedboat tersebut berhenti. Namun ketika sudah dekat, speedboat itu malah mencoba kabur menuju Tarakan.

“Kita langsung melakukan pengejaran. Tapi, sebelum speedboat kita hentikan ada salah satu penumpang speed boad membuang sebuah jerigen ke laut. Setelah kita ambil jerigennya ternyata isinya sabu-sabu yang dikemas dalam 27 bungkus plastik transparan dengan ukuran yang berbeda. Setelah kita timbang beratnya 8 kg,” ungkapnya.

Di hadapan penyidik, Barga mengaku membawa sabu lantaran disuruh Aswin yang tinggal di Samarinda. Kemudian, sabu itu rencananya akan di bawa ke Tanjung Selor, lalu menuju ke Samarinda melalui jalur darat.

“Peran Barga hanya membawa sampai Tanjung Selor dan di sana ada lagi yang mengambil. Barga dijanjikan upah Rp15 juta,” ungkapnya.

Dari pengakuan Barga ini, polisi melakukan pengembangan dan menuju lokasi kedua di Tanjung Selor pada Jumat 14 Agustus 2020 lalu. Saat itu, pihaknya membawa Barga sekaligus ikut ke Tanjung Selor untuk melakukan penangkapan terhadap pemesan sabu tersebut.

“Dan, sekitar jam 2 hari itu, kita langsung menangkap seorang laki-laki yang bernama Ikbal yang saat itu mengambil barang sabu di Tanjung Selor,” ujarnya.

Sementara dari pengakuan Ikbal, polisi menemukan fakta baru. Jika, Ikbal hanya disuruh oleh pria dengan panggilan ‘Bro’ yang tinggal di Kota Tarakan.

“Jadi, Bro ini menyuruh Ikbal membawa sabu ke Samarinda. Kita kembali melakukan pengembangan ke Samarinda dengan membawa Ikbal. Tapi, diduga informasi bocor, Bro tidak lagi menghubungi Ikbal untuk mengambil sabu itu,” bebernya.

Dia menjelaskan, ke empat tersangka memilik peran yang berbeda. Untuk tersangka Barga berperan sebagai kurir dalam mengambil dan membawa barang sabu dari perairan laut Sei Taiwan menuju ke Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.

Kemudian, Muh Saing hanya diajak oleh Barga untuk menemaninya mengambil sabu. Muh. Saing dijanjikan Barga akan diupah sebesar Rp5 juta rupiah.

Untuk tersangka Dahclan juga sama hanya disuruh Barga dan dijanjikan upah yang sama. Selain itu, Ikbal sebagai kurir yang mengambil barang sabu di Tanjung Selor kemudian dibawa ke Samarinda.

Kemudian kasus kedua dengan barang bukti 2 kg terjadi pada tanggal 31 Agustus lalu di Jalan Mulawarman RT 10 Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah. Pelakunya bernama Muh. Isam.

“Untuk kasus 2 kg ini, pelaku menyimpan sabunya dalam kemasan teh Cina lalu disimpan lagi dalam sebuah ember cat minyak,” bebernya.

Isam mengaku barang haram itu ia dapat dari seseorang warga negara Malaysia yang bernama Acik dan Asri.

“Barang ini sebenarnya dititipkan kepada tersangka saat berada di pelabuhan lama Tawau, Malaysia. Tersangka berencana membawa kemasan berisi sabu tersebut menuju Sidrap,” bebernya.

Setelah sampai di Sidrap, kata dia, nantinya akan diambil oleh seseorang yang tidak diketahui siapa namanya.

“Rencananya barang ini akan menaiki kapal Pelni dari Nunukan. Isam ini dijanjikan akan diberikan upah Rp50 juta kalau sudah sampai tujuan. Selain itu, Isam juga diiming-imingi pekerjaan ini sebagai kurir yang akan terus berkelanjutan bilamana barang sabu tersebut lolos,” kata dia.

Barang Bukti Sabu 20 Kg Dimusnahkan

Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu 20.501,78 gram atau 20 kg lebih dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air, Rabu (9/9/2020) di depan Aula Sebatik, Polres Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar mengatakan, sabu 20 kg ini merupakan pengungkapan sejak Mei 2020 hingga Agustus 2020.

Totalnya, ada 21 laporan polisi (LP), dengan menghadirkan sekitar 26 tersangka, yang merupakan kurir dari penyelundupan barang haram tersebut.

“Tapi, ada 4,6 gram yang kita sisihkan untuk pembuktian di Pengadilan Negeri (PN) Nunukan. Dan 4,6 gram sebagai pembuktian ke Labfor Surabaya,” terangnya, Rabu (9/9/2020).

Rincian kasus yang diungkap, bulan Mei 2020 ada 7 kasus dengan barang bukti seberat 607,27 gram. Kemudian, Juni 2020 ada 7 kasus dengan berat 4.452,46 gram atau 4 kg lebih.

Untuk Juli 2020, ada 4 kasus dengan barang bukti seberat 7.289,11 gram atau 7 kg lebih. Bulan Agustus 2020, ada tiga kasus denganbarang bukti sabu seberat 8.156,64 gram atau 8 kg lebih. Sehingga total selama 4 bulan barang bukti sabu sebanyak 20,505.48 gram atau 20 kg lebih.

Menurut dia, sabu senilai miliaran rupiah ini jelas merugikan bangsa dan negara. Sebab, ada puluhan ribu atau ratusan ribu anak bangsa yang akan rusak, jika tersentuh barang haram tersebut.

“Jadi, kita tidak main-main ya. Apalagi mau pamer. Tetapi ini bentuk keyakinan bahwa kita menyatakan perang dan memberantas narkoba. Siapa pun pelaku akan tetap kita tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah