Pendidikan

Politeknik Nunukan Berubah Status Jadi Negeri

Rapat penentuan Organisasi Tata Kerja PNN bersama Kemendikbud dan Kemenpan-RB. (foto: istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Politeknik Nunukan yang sebelumnya di bawah binaan Politeknik Negeri Samarinda kini telah berubah status menjadi negeri. Status hukumnya berdiri sendiri tidak lagi mengikuti Politeknik Negeri Samarinda.

Perubahan status ini, setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 42 tahun 2020 tanggal 24 September 2020 tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Nunukan.

Ketua PDD Politeknik Negeri Nunukan Arkas Viddy mengatakan, bahwa dulu program studi PDD, masih menjadi binaan Politeknik Negeri Samarinda, termasuk status hukumnya.

“Dengan adanya SK Permendikbud RI Nomor 42 tahun 2020, maka berubah status menjadi mandiri. Artinya, status hukumnya sendiri. PDD hilang menjadi Politeknik Negeri Nunukan (PNN) dan 100 persen negeri serta mandiri,” ungkap Arkas Viddy kepada Koran Kaltara, Kamis (5/11/2020).

Menurut dia, sekarang dalam proses masa transisi dari PDD ke PNN. Perubahan harus dilaksanakan sesuai Organisasi Tata Kelola (OTK). Diantaranya, harus memiliki direktur baru, bisa Plt direktur atau direktur definitif.

“Kemudian, menyesuaikan dengan struktur organisasi baru, sesuai keinginan Menpan-RB karena saat ini masih struktur organisasi lama,” kata dia.

Arkas mengatakan, banyak kelebihan usai Politeknik Nunukan menjadi negeri, di antaranya, tanggungjawab sarana prasarana, pengembangan kampus dan sebagainya, sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

“Walaupun PNN masih ada MoU dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, dalam masa dua tahun masih memberikan bantuan, yang sifatnya sesuai kemampuan keuangan daerah Nunukan. Tetapi sepenuhnya, merupakan tanggungjawab pemerintah pusat. Sehingga beban daerah berkurang,” jelas dia.

Selanjutnya, kata dia, status negeri perkembangannya cepat, karena didukung dengan statusnya. Dan, pembinaan langsung dari Kemendikbud, tidak lagi Politeknik Negeri Samarinda.

“Sehingga apa pun yang diminta PNN, langsung ke Kemendikbud. Jalurnya tidak lagi melewati Samarinda, tetapi jalur langsung ke Kementerian,” ujar Arkas.

Kemudian, lanjut Arkas, dengan status negeri, networking terbuka lebar dengan kementerian. Tentunya Politeknik di seluruh Indonesia, dalam skala nasional, bahkan sampai internasional. Misalnya, PNN bisa ikut program pertukaran mahasiswa keluar negeri.

“Tidak lagi dinomorduakan, karena dulu masih mengikuti dengan Samarinda. Kalau masih ada orang Samarinda, mahasiswa Nunukan tidak akan terkirim. Begitu juga pertukaran dosen ke luar negeri. Kemudian program kementerian untuk pembinaan dosen, pengembangan kampus langsung dari kementrian ke PNN,” ungkap dia.

Lalu, tambah dia, nama baik dan kepercayaan masyarakat akan muncul. Semakin banyak peminat yang masuk, maka perkembangan akan semakin cepat.

Selain itu, kesempatan dosen dan staf menjadi PNS juga terbuka. Program meningkatkan jenjang dari Diploma III menjadi Strata Satu (S1), Strata 2 (S2) dan kesempatan membuka program studi baru juga semakin terbuka.

“Sekarang masih ada empat prodi, yaitu teknologi pegelolaan hasil perikanan, teknik alat berat, teknik sipil infrastruktur perkotaan dan administrasi bisnis,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Sobirin

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah