Bulungan

Polisi Masih Selidiki Bensin Bercampur Air

Salah satu bukti bensin bercampur dengan air yang didapatkan di SPBU di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor. (Foto: Istimewa)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Beberapa waktu lalu, masyarakat Bulungan di hebohkan dengan adanya salah satu dispenser di SPBU yang berada di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor yang berisikan air. Hal ini terungkap, ketika salah satu pengendara yang baru saja mengisi bensin di SPBU tersebut, tiba-tiba saja kendaraanya tidak dapat di hidupkan. Setelah dicek hingga ke…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Beberapa waktu lalu, masyarakat Bulungan di hebohkan dengan adanya salah satu dispenser di SPBU yang berada di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor yang berisikan air.

Hal ini terungkap, ketika salah satu pengendara yang baru saja mengisi bensin di SPBU tersebut, tiba-tiba saja kendaraanya tidak dapat di hidupkan. Setelah dicek hingga ke tangkinya, bensin yang baru saja diisi di SPBU tersebut telah tercampur air.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian dari Sat Reskrim Polres Bulungan langsung mendatangi SPBU tersebut untuk memastikan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak SPBU. Hingga saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian. Langkah investigasi terus dijalankan hingga menyangkut skala pendistribusian.

Kapolres Bulungan AKBP Andreas Nugroho Susanto melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP AKP Gede Prasetia Adi Sasmita menerangkan, pihaknya akan memanggil para konsumen yang mendapatkan bensin bercampur air setelah melakukan pengisian di SPBU tersebut. Selain itu juga, pihak SPBU juga akan dipanggil untuk memenuhi pemeriksaan kepolisian.

“Hari ini (kemarin, red) sebenarnya akan kami panggil semua. Kemudian, yang bertanggung jawab terhadap bongkar muat minyaknya akan kami panggil. Kita juga berkoordinasi dengan pihak pertamina maupun metorologi, juga akan kami lakukan,” katanya, Jumat (4/1/2019).

Gede mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengeluh karena kendaraan mereka mengalami kerusakan setelah mengisi bensin di SPBU tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait modus pengoplosan yang dilakukan pengelola SPBU tersebut. Hanya saja, pihak kepolisian belum mengambi sampel dari bahan bakar yang dicampur air tersebut.

“Kita baru lakukan pengecekan saja. Kalau masalah pemeriksaannya, nanti ada instansi terkait. Nanti kita akan ukur, berapa kuota bahan bakar di SPBU itu. Terus berapa kadar air yang diperbolehkan. Apakah kuotanya sesuai dengan usulan, kemudian setiap tangkinya itu berapa isinya. Itu semua nanti akan kita periksa. Tapi yang melakukan pengukuran nanti, yah harus yang berkompeten. Yaitu metorologi ataupun pertamina langsung,” kata Gede.

Diungkapkannya, apabila memang terbukti, bahan bakar itu dicampur dengan air yang tidak sesuai dengan takarannya, tentu kasus tersebut akan masuk ke ranah hukum. Karena, hal itu sudah melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. “Kalau memang semuanya tidak sesuai, maka tentu akan ke ranah hukum. Itukan sudah merugikan konsumen karena menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Edy Nugroho