Hukum Kriminal

Polisi “Cium” Ada Oknum Mafia Tanah di KIPI

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Polres Bulungan saat ini sedang melakukan penyelidikan mengenai adanya dugaan oknum-oknum mafia tanah di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi Tanjung Palas Timur.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona, Senin (11/10/2021).

“Sampai saat ini, masih dalam tahapan informasi. Kami matangkan dulu dan terus kita dalami, karena kami juga tidak akan tergesa-gesa. Tapi jika ada pelanggaran hukum yang dilakukan, baik secara perorangan maupun kelompok, kami akan melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Kapolres mengungkapkan, jika memang terbukti ada tindak pidana yang dilakukan oleh mafia-mafia tanah di KIPI, maka tentu akan diproses sesuai aturan yang ada.

Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan, agar pengembangan KIPI ini tidak memberatkan, termasuk untuk investor nantinya.

“Apalagi kan, program dari Kapolri ini mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Dan investasi yang dilaksanakan di Bulungan ini, termasuk perhatian dari kita (kepolisian). Kita akan berusaha menciptakan situasi yang kondusif buat terlaksananya investasi di situ,” jelas Kapolres.

Saat ini, kata dia, unsur Forkopimda Bulungan telah melakukan koordinasi terkait pembebasan maupun pengawasan di KIPI itu.

Semuanya telah melakukan kerja secara tupoksi masing-masing, baik dari pemerintah, TNI hingga kepolisian.

Karena, lanjut dia, pengembangan kawasan KIPI di Tanah Kuning ini menjadi salah atensi dari pemerintah pusat.

Agar terciptanya investasi yang baik, dari sisi kepolisian bakal melakukan pengawasan hingga menindak bagi siapa saja yang terjerat pidana.

“Semua sudah berperan sesuai dengan fungsi masing-masing. Bupati menyampaikan program-program yang dicanangkan, kemudian TNI melalui Babinsa juga melakukan pembinaan. Termasuk dari kami mengidentifikasi dan memberikan edukasi lewat para Bhabinkamtibmas,” ungkapnya.

Kapolres menyampaikan, adanya pengembangan kawasan KIPI yang dilakukan pemerintah pusat ini memberikan angin segar bagi Kabupaten Bulungan.

Tentu dengan adanya pengembangan di kawasan itu, juga akan berdampak pada masyarakat.

Akan tetapi diakuinya, munculnya mafia-mafia tanah yang memanfaatkan momen, memang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Agar tak menjadi penghambat dalam pembangunan, kepolisian diinstruksikan untuk mengawasi adanya permainan yang dilakukan oknum-oknum mafia ini.

“Rencana pembangunan ini menjadi keberkahan buat (kabupaten) Bulungan. Ini yang harus kita awasi secara bersama-sama. Mafia tanah salah satunya yang kita atensi, karena biasanya mengganggu rencana pembangunan. Dan itu memang, hampir berlaku dimana saja,” ungkap kapolres.

Oknum-oknum mafia tanah ini biasanya melakukan berbagai aksi dalam pembebasan hak tanah.

Seperti misalnya melakukan penerbitan surat palsu hingga menerbitkan surat hak atas tanah yang bukan dalam kuasanya.

Pihaknya saat ini, kata dia, masih terus mendalami berbagai informasi yang didapatkan perihal banyaknya mafia-mafia tanah di kawasan KIPI tersebut.

“Kalau menelantarkan hak tanah, itu tidak ada pidananya. Tapi nanti bisa juga masuk (pidana), jika memberikan keterangan palsu. Makanya sampai sekarang, kita masih menggali informasi yang ada. Kami juga tidak akan tergesa-gesa,” imbuhnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment