Bulungan

Polisi Antisipasi Potensi ATHG di Pilkada

Wadirbinmas Polda Kaltara, AKBP Nor Santiko

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Direktur Binmas Polda Kaltara Kombes Eri Dwi Hariyanto melalui, wakil direkturnya AKBP Nor Santiko mengatakan, setiap pagelaran pesta demokrasi, seperti Pilkada sangat memungkinkan muncul Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG). Gangguan-gangguan seperti itu, sangat berpotensi menimbulkan adanya gejolak yang mengakibatkan Kamtibmas tidak kondusif.

“Sampai saat ini masih kondusif. Tapi tidak menutup kemungkinan, ada gangguan (ATHG) akan terjadi. Kita juga sudah melakukan pemetaan, dalam antisipasi kemungkinan itu terjadi. Makanya, sebelum terjadi gangguan itu, kita harus melakukan antisipasi sedini mungkin,” katanya kepada Koran Kaltara.

Ditegaskannya, oknum yang memunculkan ATHG dalam Pilkada 2020 di Kaltara ini, tentu akan tindak pidana yang sesuai dengan undang-undang akan berlaku. Tidak hanya bagi masyarakat, melainkan juga kepada para pelaku politik yang ada di Kaltara.

“Bukan hanya masyarakat yang kita ingatkan, tapi juga para calon atau pelaku politik lainnya kita ingatkan. Yang menimbulkan gangguan kamtibmas, pasti akan kita proses. Apalagi kalau menyebar berita hoax ataupun ujaran kebencian yang menyebabkan kegaduhan,” tegasnya.

Dijelaskannya, ATHG yang bentuknya merusak tatanan di lingkungan masyarakat harus segera dicegah. Pencegahan, lanjutnya, bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab dari aparat, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.

Harus ada kesadaran bagi seluruh elemen masyarakat guna bersama-sama menjaga kondusifitas di Kaltara. Karena, jangan sampai timbul konflik di tengah masyarakat yang hanya disebabkan oleh pilihan yang berbeda.

“Konflik bisa saja terjadi. Apalagi kalau menyebarkan berita-berita hoax dan provokasi. Ini yang bahaya. Jangan sampai itu yang menyebabkan ATHG ini terjadi di wilayah kita sendiri. Pilihan yang berbeda, tidak masalah. Yang terpenting, kita jangan memunculkan konflik,” jelasnya.

Kepolisian, kata dia, terus melakukan pemetaan mengenai potensi-potensi konflik yang akan terjadi. Diungkapnya, dalam pagelaran Pilkada itu, setiap tahapan-tahapan potensi untuk timbulnya kekacauan sangat memungkinkan. Akan tetapi, potensi itu bisa dicegah jika tidak ada oknum-oknum yang hanya memiliki niat untuk membuat kekacauan.

Terkait peta kerawanan konflik, Santiko mengungkapkan tidak ada pemetaan khusus. Hanya saja, semua daerah yang ada di Kaltara dianggap rawan terjadinya konflik. Apalagi jika pelaku-pelaku provokator ini menggunakan media sosial (medsos) untuk beraksi.

“Kalau daerah yang kemungkinan konflik, semuanya berpotensi. Karena dalam Pilkada itu, eskalasi politik kan tinggi. Tapi kita pasti melakukan deteksi dini, agar tidak terjadi. Sama-sama menjaga kondusifitas di Kaltara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah