Hukum Kriminal

Polisi Ancam Pidana Penimbun Sembako

Kebutuhan sembako di pasar terus diawasi kepolisian selama bulan puasa. (foto: Ramlan/Koran Kaltara)
  • 5 Tahun Penjara dan Denda Rp50 Miliar

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara mengingatkan bagi para pelaku usaha sembako di Kaltara, agar tidak mencoba-coba melakukan penimbunan jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijiriyah ini. Jika masih nekat melakukan dan terbukti, para pelaku itu akan dikenakan pasal 107 UU nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas Kombes Budi Rachmat mengatakan, sesuai dengan aturan tersebut, pelaku diancam 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 miliiar.

“Jadi, lebih baik tidak cari keuntungan dengan memanfaatkan situasi. Kondisi sekarangan kan masih pandemi (Covid-19) dan puasa, jangan ada yang nekat timbun-timbun sembako. Kalau masih nekat, kita akan kejar terus,” katanya.

Budi menegaskan, jajaran Dit Krimsus akan terus melakukan pemantauan di sejumlah pasar di Kaltara. Pemantauan itu dilakukan secara intens, karena diduga banyak oknum pedagang yang mulai nakal saat memasuki bulan puasa.

Kepolisian, kata dia, bakal terus memeriksa mulai jumlah stok di pasar hingga harga jual dari setiap pedagang. Karena biasanya, selain menimbun sembako, pedagang nakal juga sering menaikkan harga barang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Yang masih nekat menimbun, kita sikat semua. Termasuk juga pedagang sembako ini, kita peringatkan. Apalagi kalau dekat-dekat lebaran, daya beli masyarakat tinggi. Saya tegaskan, tidak ada harga yang naik karena ada oknum yang menimbun,” tegasnya.

Menurut dia pelaku penimbun sembako ini memang sudah termasuk tindakan kriminal. Apalagi jika oknum tersebut memanfaatkan situasi dengan harapan mendapatkan keuntungan, maka tak akan diberikan ampunan.

Dalam mengawasi stok sembako di pasaran, berdasarkan Surat Edaran B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim, Satgas Pangan Polri meminta agar agar pedagang untuk membatasi transaksi penjualan bahan pokok.

“Tapi jangan sampai ada yang timbun. Nanti dikeluarkan, ketika barangnya sudah mulai langka lalu dijual dengan harga yang mahal. Itu yang paling kita awasi agar tidak terjadi. Sejak adanya edaran pembatasan pembelian, anggota kita memang terus ke lapangan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Sobirin

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah