Headline

Polisi Akan Rekonstruksi dan Minta Keterangan Saksi

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira meninjau lokasi kebakaran di RT 03 Sebengkok. (Foto: Sofyan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan 35 rumah yang berada di RT 03 Kelurahan Sebengkok, Selasa (26/10/2021) siang. Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran, termasuk memintai keterangan saksi yang melihat asal mula api berkobar.

“Penyebab kebakaran di Ramayana lama ini masih dalam proses penyelidikan, akan kita lakukan setelah api padam. Tim akan melakukan rekonstruksi ulang penyebab kebakaran ini apa. Dugaan sementara karena korsleting listrik, tetapi itu belum pasti. Makanya kita tunggu pemadaman selesai, dan akan kita gali informasi dari orang-orang yang tahu asal api,” ujar Fillol, ditemui Koran Kaltara di lokasi kejadian, Selasa (26/10/2021).

Oleh karena itu, polis akan memanggil saksi-saksi. Namun saat dikonfirmasi, dirinya masih fokus pada pemadaman api dan pendinginan supaya tidak terjadi kebakaran susulan. Kemudian, para korban akan dilakukan pendataan oleh pemerintah daerah.

Bagi para korban kebakaran yang merasa ada barang yang hilang saat proses evakuasi, bisa membuat laporan ke Polres Tarakan. Karena dalam situasi dan kondisi seperti saat itu, terkadang ada oknum tidak bertanggung jawab yang justru mengambil barang-barang berharga milik para korban kebakaran.

“Kalau ada warga yang kemalingan, bisa lapor. Kita imbau warga sekitar untuk mengamankan barangnya masing-masing. Tetapi kalau yang hilang atau kemalingan, untuk segera melapor supaya dapat segera ditindaklanjuti,” imbaunya.

Untuk pengamanan lokasi kebakaran, bukan hanya dari Polres Tarakan tetapi ada juga TNI, Satpol PP dan instansi terkait lainnya. “Pengamanan wilayah kebakaran, karena dekat dengan Satrol TNI AL maka kita kolaborasi personel. Ada dari Polres, TNI, Satpol PP dan juga warga sekitar yang memiliki kesadaran tinggi untuk membantu tetangga yang sedang tertimpa musibah,” ucapnya.

Sementara itu, Luruh Sebengkok, Syakhril, mengaku telah melakukan diskusi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membuka posko pengungsian. “Kita sudah diskusi tadi, rencananya kita buka posko di belakang ini. Bagi rumahnya yang terbakar habis, mekanismenya korban bisa tinggal ke tempat keluarga dulu. Tetapi bagi yang tidak punya keluarga, bisa ke posko untuk ditampung sementara,” terangnya.

Untuk dapur umum, Syakhril mengaku belum bisa memastikan karena masih menunggu apakah ada pengungsi di posko atau tidak. Karena jika tidak ada, maka dapur umum ditiadakan. “Untuk dapur umum kita lihat perkembangannya dulu. Takutnya para pengungsi tidak ada, padahal kita sudah terlanjur buat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment