PLTU Malinau Hampir Tuntas

Proyek PLTU Malinau yang sudah mencapai 97,83 persen. (Foto: Istimewa)

MALINAU, Koran Kaltara- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Malinau berkapasitas 2x3 Megawatt (MW) yang mulai dibangun sejak 2010, berhasil mencapai milestone Performance Test pada Unit 1, Minggu (13/11). Saat ini PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus mengupayakan penyelesaian hingga 100 persen. 

General Manager PLN UIP KLT, Josua Simanungkalit mengatakan, rangkaian kegiatan Performance Test Unit 1 PLTU Malinau dilakukan Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2). Rangkaian kegiatan oleh Faal Murreyza Dundah ini dilakukan sejak 7 November lalu melalui tahapan pengujian minimum load pada beban 1 MW.

Selanjutnya 50 persen beban 1.750 pada hari yang sama (7/11), MCR (Maximum Continous Rate) 50 persen, dilanjut 75 persen dengan uji emisi pada esok harinya. Hingga pada 11-12 November berhasil capai 100 persen MCR.

“Kami berkomitmen akan terus berupaya menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan dengan kualitas terbaik. Salah satunya PLTU Malinau, yang memiliki kontribusi besar dalam penambahan daya dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan di Kaltara. Selain itu juga serta membawa dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Josua.

Tujuan dilaksanakannya Performance Test, salah satunya untuk mengetahui performa dan efisiensi dari unit pembangkit. Hingga saat ini, total persentase progres dari pekerjaan pembangunan PLTU Malinau 2x3 MW ini secara keseluruhan telah mencapai 97,83 persen. 

Penyelesaian unit 1 ini akan menjadi penyelesaian pembangunan PLTU Malinau 2x3 MW secara keseluruhan. Sebelumnya Unit 2 juga sudah beroperasi melayani pada tahap Commercial Operation Date (COD) sejak 26 Agustus 2021 lalu.

“Tugas kami untuk segera menyelesaikan pembangunan PLTU Malinau ini sesuai target waktunya. Karena 2 infrastruktur lainnya, GI 150 kV Malinau dan SUTT 150 kV Tidang Pale - Malinau telah siap beroperasi untuk siap mengintegrasi daya melalui sistem interkoneksi Kalimantan,” ungkapnya.

Setelah berhasil melaksanakan Performance Test Unit 1, maka unit pembangkit tersebut dapat diserah terimakan melalui proses Serah Terima Operasi Proyek (STOP) dan Serah Terima Aset Proyek (STAP) ke unit pengoperasian UIKL Kalimantan. 

Dengan beroperasinya PLTU Malinau 2x3 MW nanti, berarti akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Malinau. Diketahui saat ini daya mampu sebesar 11,7 MW dan beban puncak mencapai 8,8 MW. 

Selain itu, dengan masuknya daya dari PLTU Malinau dan sistem interkoneksi, nantinya PLN dapat menonaktifkan pembangkit dengan bahan bakar diesel, seperti PLTD Kuala Lapang. Penyelesaian pembangkitan ini nantinya akan menjadi bagian dari akhir era pembangunan PLTU, yang merupakan pembangkit termal dengan bahan bakar batu bara. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Nurul Lamunsari

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com