Politik

Pleno DPS, Ada Penambahan 1.291 Pemilih di KTT

Rapat pleno penetapan DPS di KPU Tana Tidung. (Foto: Sahida)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan tahun 2019 lalu di Kabupaten Tana Tidung (KTT) sebanyak 14.968 pemilih.

Sedangkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tana Tidung yang akan digelar 9 Desember mendatang, berjumlah 16.259 pemilih.

Jumlah DPS ini, secara resmi sudah ditetapkan dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Tidung, Sabtu (12/9/2020).

Ada penambahan jumlah pemilih sebanyak 1.291 pemilih dan masih ada kemungkinan berkurang atau bertambah, sebelum DPT ditetapkan nanti.

Komisioner KPU Tana Tidung, Bambang Priyo Nugroho menuturkan, penambahan jumlah pemilih ini menyebar di semua desa dan Kecamatan. Jumlahnya, kata dia tidak merata dan terbanyak di wilayah Kecamatan Sesayap.

“Pemilih baru ini tidak semuanya orang yang benar-benar baru datang,” kata Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi ini, saat dikonfirmasi usai pleno.

Bisa jadi, pemilih ini berpindah alamat dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Misalnya, dari Kecamatan Sesayap pindah ke Kecamatan Tana Lia dan bisa jadi saat pindah ke Tana Lia, data pemilih ini di Kecamatan Sesayap menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sedangkan di Kecamatan Tana Lia, kemudian menjadi pemilih baru.

Data TMS ini nantinya akan bisa terverifikasi sebelum DPT ditetapkan. Namun, Bambang menambahkan dalam penambahan pemilih ini juga ada pemilih pemula yang pada 9 Desember nanti berusia 17 tahun dan sudah memiliki hak pilih.

“TMS ada sekitar 897 orang. Katakanlah selisihnya sekitar 200 orang, bisa jadi pemilih pemulanya sekitar 400-an orang. Kemudian, TMS yang meninggal dunia bisa sampai 200 orang,” jelasnya.

Jadi, penambahan ini tidak terlalu tinggi jika dilihat dari jumlah keseluruhan dari penambahan jumlah penduduk. Nantinya, data DPS ini dengan jumlah penambahan pemilih akan disinkronkan dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Namun, ia mengaku masih belum melakukan konsolidasi. “Nanti, mungkin kalau diberikan ruang kita akan validasi, jika diperlukan. Kan, ada juga pertanyaan dikhawatirkan data penambahan ini, berasal darimana,” tuturnya.

Pada dasarnya, Bambang menambahkan data ini lahir dari Disdukcapil kemudian diserahkan ke Kementrian Dalam Negeri dan turun ke KPU. Selanjutnya, setelah DPS di plenokan, KPU akan membuka ruang untuk tanggapan masyarakat.

KPU akan mengumumkan nama-nama DPS ini ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selanjutnya, PPK akan mengumumkan dan KPU tinggal menunggu tanggapan dari masyarakat.

Selain itu, masyarakat bisa juga melakukan pengecekan apakah namanya terdaftar dalam DPS, melalui website lindungi hak pilih

“Kami harapkan masyarakat berperan secara aktif dan kami tunggu 9 hari. Kalau ada yang belum terdaftar namanya, silahkan lapor ke PPS dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nanti PPK yang akan mengakomodir dan selanjutnya ke KPU, supaya kerja ini jadi kerja bersama,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah