Malinau

Pintu Keluar Masuk Malinau Diperketat

Kepala Dinkes PPKB Malinau dr. John Felix Rundupadang

MALINAU, Koran Kaltara – Dinas Kesehatan PPKB Malinau terus berusaha melakukan pengetatan pintu keluar masuk Malinau. Termasuk melakukan pola isolasi mandiri dan pengetesan rapid antigen saat berada di Malinau.

Hal ini dilakukam untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian delta.

“Apabila pengetatan pintu keluar masuk berjalan baik dan pengecekan ulang rapid antigen dijalankan, maka ini dapat meminimalisir penyebarannya,” ungkap Kepala Dinkes PPKB Malinau dr. John Felix Rundupadang kepada Koran Kaltara, kemarin.

Menurut dia, Covid-19 bukan hanya varian delta saja, tetapi lebih dari satu varian Covid-19. Ada sekitar 10 jenis varian Covid-19 di dunia yang terekspos.

“Di Indonesia yang masuk itu ada tiga varian, yakni delta, alfa dan beta. Penyebaran atau infeksi akan terus berjalan dan pasti muncul lagi varian baru,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran tersebut.

“Kita tidak berpikir secara khusus bagaimana varian virus ini ada. Tapi berpikir ke depan tentang pencegahan secara umum,” jelasnya.

Menurut dia, mobilitas dan aktivitas masyarakat sangat tidak memungkinkan dibatasi secara langsung.

“Orang pasti bergerak dan beraktivitas. Apalagi itu bagian dari kehidupan yang tidak boleh dilarang,” katanya.

Tetapi, kata dia, apabila jumlah kasus Covid-19 terus meningkat, maka harus ada sikap dan tindakan agar masyarakat patuh dan disiplin.

“Saya kira apa yang sudah kita lakukan dengan aturan pengetatan di pintu masuk, dan pengetesan ulang dengan swab antigen bagi warga yang masuk di Malinau itu sudah tepat,” jelasnya.

Artinya, lanjut dia, apabila terpapar Covid-19 dengan hasil antigen, maka wajib menjalani masa isolasi mandiri selama 5 hari.

Namun, John mengatakan, peranan masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 sangat dibutuhkan .

“Kalau disiplin, patuh, mentaati protokol kesehatan dan melaksanakan aturan pemerintah,  saya yakin bisa meminimalisir penyebarannya. Dan tidak akan ada varian-varian baru,” pungkasnya. (*)

TOPIK TERKAIT:

Polres Malinau Rencanakan Vaksinasi Door To Door

Tingkat Kesembuhan Masyarakat Apau Kayan Semakin Tinggi

Reporter: Sollaimansyah
Editor: Sobirin