Politik

Petugas Ad Hoc Bawaslu Mendapat Ancaman Verbal

Zulfauzi Hasly

TARAKAN, Koran Kaltara – Petugas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari orang yang menggunakan atribut pasangan calon (Paslon) peserta Pilgub 2020. Ancaman berupa verbal yang diterima dinilai sangat mengganggu petugas di lapangan.

Hal ini diungkapkan Ketua Bawaslu Tarakan, Zulfauzi Hasly kepada Koran Kaltara. Ia membenarkan kejadian yang menimpa petugas ad hoc Bawaslu, namun ia enggan menyebutkan nama yang bersangkutan.

“Iya dapat ancaman, di Tarakan Timur dan Barat. Petugas ad hoc kami yang pada prinsipnya sedang melakukan pengawasan jalanya kampanye secara langsung, jadi seolah-olah mengganggu, padahal hanya mengawasi dan butuh dokumentasi. Jadi teman-teman yang melakukan pengawasan sekaligus mendokumentasikan tetapi mengalami intimidasi secara verbal,” terangnya, Minggu (29/11/2020).

Zulfauzi mengatakan, petugas di lapangan sudah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, serta melaporkan telah terjadi perbuatan yang tidak mengenakkan. Petugas di lapangan juga tidak bisa melawan, hal ini dikarenakan jumlah orang kampanye yang terlalu banyak.

“Petugas kami di tempat kampanye menggunakan atribut Bawaslu, dan yang mengintimidasi juga menggunakan atribut pasangan calon. Yang kami awasi juga tempat umum, siapa saja bisa hadir dan melihat, bukan di indoor atau tempat tertutup yang harus izin untuk bisa masuk,” ucapnya.

Ditegaskan Zulfauzi, pengawasan dilakukan setiap saat kepada semua kegiatan yang dilakukan oleh paslon, terutama dalam berkampanye, serta kegiatan yang berpotensi sebagai pelanggaran.

“Petugas kami ini kan juga mendokumentasikan kegiatan, sama dengan wartawan yang kalau meliput juga harus mendokumentasi. Karena sudah ada ancaman, kami harapkan jangan sampai terulang lagi, karena jika hal ini masih dialami oleh anggota di lapangan, kami akan laporkan ke pihak kepolisian. Kami tidak bisa tinggal diam jika terus-terusan seperti itu,” tegasnya.

Ia menyebutkan, ancaman serupa pernah terjadi beberapa kali. Di Tarakan timur sudah dua kali petugas pengawas mendapatkan perlakuan yang sama, sedangkan di Tarakan Barat juga sama.

“Prinsipnya kami menjalankan tugas ada jaminan keamanan. Kalau misalnya itu masih terjadi kami laporkan ke pihak berwenang. Kami bekerja tidak main-main, teman-teman yang berkampanye silakan, namanya kampanye wajib kami awasi, kalau tidak, kami yang justru salah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah