Headline

Petani Sawit Dominasi Pengajuan Pupuk Subsidi

Tampak aktivitas panen kelapa sawit miliki petani. (Foto : Ilustrasi/Net)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Petani kelapa sawit mendominasi pengajuan permohonan pupuk subsidi tahun 2021. Demikian dikonfirmasi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara, Dwi Pramono, Jumat (15/1/2021).

Dari total pengajuan sebesar 7.772 ton, subsektor perkebunan mendominasi lebih dari 50 persen. Yakni sebesar 3.750 ton. “Dari data tersebut, pengajuan terbesar adanya di sektor perkebunan. Salah satunya didominasi petani sawit,” kata Dwi.

Pengajuan tertinggi pupuk untuk subsektor perkebunan, berada di Kabupaten Nunukan. Angkanya mencapai 3.019 ton. “Jumlah se-Kaltara kan 3.750 ton, disumbang oleh Nunukan sampai 3.019 ton,” ungkapnya.

Pengajuan pupuk subsidi dari subsektor perkebunan sawit, menjadi dilema tersendiri bagi pemerintah. Mengingat alokasi pupuk subsidi, diprioritaskan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Pada hari Senin tanggal 11 yang lalu, kita mengadakan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian yang dibuka langsung bapak presiden (Joko Widodo). Dalam amanatnya, bapak presiden menyampaikan subsidi pupuk tahun 2020 itu mencapai (Rp)33 triliun. Tetapi sangat disayangkan, dari subsidi pupuk sebesar itu, tidak selaras dengan meningkatnya produksi pangan,” jabar Dwi.

Namun, dia memaklumi keadaan tersebut. Dimana pertanian Kaltara memang masih didominasi komoditas kelapa sawit. Di samping itu, ketersediaan tenaga kerja di subsektor pertanian tanaman pangan juga belum banyak.

“Kita tidak menyalahkan sektor perkebunan. Karena petani kita juga terbatas. Namun dengan kondisi tersebut, kita masih upayakan bisa meningkatkan produksi pangan,” jelas Dwi.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah