Ekonomi Bisnis

Perumda Agrobisnis Tawarkan Ayam ke Jakarta

Pedagang daging ayam di Pasar Gusher Tarakan. (Foto: Sofyan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Salah satu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kota Tarakan sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan pengusaha di Jakarta, untuk mengirim daging ayam yang melimpah dari Tarakan.

Hal ini sebagai salah satu solusi mengatasi turunnya harga, akibat dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Direktur Perumda Agrobisnis Mandiri, Ruslan mengatakan, pihaknya sedang melakukan komunikasi dengan peternak ayam yang memiliki beberapa plasma, untuk menjual ayamnya kepada perumda, dengan harga yang sudah ditetapkan bersama.

Nantinya ayam dari peternak Tarakan ini akan dikirim ke Jakarta yang permintaannya terus melonjak.

“Kalau peternak mau jual rugi, yang penting bisa terjual kita ada solusinya. Karena kalau terus dipelihara ayam akan jadi besar sehingga tidak sesuai untuk usaha kuliner, misalnya ayam penyet, ayam geprek, lalap dan lain sebagainya. Makanya kita tawarkan supaya barang ini kita ambil dan kirim keluar Tarakan,” terangnya saat ditemui Koran Kaltara di Kantor Wali Kota Tarakan, Rabu (14/10/2020).

Pihaknya telah memiliki tim sehingga bila ada kesepakatan antara Perumda Agrobisnis Mandiri dengan peternak yang ada di Tarakan, akan dilakukan proses pengiriman daging ayam ke Jakarta.

Namun harus ada kesepakatan terlebih dahulu, karena ayam akan dikirim dalam bentuk beku, sehingga akan ada proses pemotongan.

“Kita kemarin telepon dengan salah satu di Jakarta dan mereka sudah siap menampung daging ayam dari Tarakan, tetapi dalam kondisi beku, bukan ayam hidup kita kirim ke sana,” paparnya.

Untuk mendapatkan kesepakatan, lanjutnya, akan ada rapat koordinasi lebih lanjut untuk membahas rencana ini.
Dia menegaskan, harus ada kerja sama antara peternak ayam dengan Perumda Agrobisnis Mandiri, karena jika ini tidak segera disikapi, maka ayam akan semakin besar sehingga pasar tidak akan bisa menampung.

BACA JUGA: Prediksi Meleset, Tarakan Kelebihan Stok Ayam Ras

Selain karena stok yang melimpah, Ruslan mengaku bahwa ada faktor lain yang membuat harga daging ayam di Tarakan turun, yaitu adanya pasokan dari luar Tarakan baik itu secara legal maupun illegal. Namun dirinya tidak menjelaskan secara mendetail daging ayam dari luar tersebut.

“Perlu kita ketahui, anjloknya harga daging ayam di Tarakan ini akibat adanya pasokan ayam dari luar, entah secara illegal maupun legal. Ini sudah saya sampaikan kepada Pak Wali Kota, bahwa ini juga merusak harga ayam Tarakan,” ucapnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah