Ekonomi Bisnis

Pertanian Perlu Gairah di Mata Pemuda

Komoditas jagung salah satu andalan pertanian. (Foto: Rizqy)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dalam mendorong peningkatan pembangunan, salah satu sektor yang perlu pengembangan adalah pertanian.

Ujung tombak dalam memajukan pertanian adalah sumber daya manusia (SDM), yang berperan dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian.

Namun, diperlukan generasi muda sebagai penerus pembangunan pertanian di masa yang akan datang.

Berbeda dengan sektor lainnya, minat generasi muda menggeluti pertanian disebut masih kurang.

Hal itu disebabkan karena dunia pertanian dipandang sebagian orang identik dengan dunia kotor, kumuh, miskin, dan komunitas yang terpinggirkan, serta dianggap tidak menjanjikan.

Padahal sektor pertanian berpengaruh besar dalam menunjang ketahanan pangan, stabilitas nasional, serta penghasil devisa negara.

Di Kalimantan Utara (Kaltara), sektor pertanian dinilai sangat potensial untuk terus berkembang.

Apalagi dengan luas wilayah yang memadai, ditambah sebagai daerah penyangga ibukota negara yang baru, di Kalimantan Timur (Kaltim).

Pemanfaatan lahan serta pengembangan SDM menjadi konsentrasi pemerintah daerah, baik di provinsi maupun di kabupaten dan kota.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bulungan Andik Wahyunarto mengatakan, pemerintah daerah, tengah menggenjot peningkatan pertanian.

Tidak terkecuali dalam pengembangan SDM, termasuk menumbuhkan minat, pengetahuan, dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian.

“Pertanian harus dibikin keren di mata pemuda,” sebutnya saat bersua dengan Koran Kaltara di Tanjung Selor, akhir pekan lalu.

Pertanian di Bulungan, Kaltara, jelasnya, secara perlahan menjadi tren positif di semua kalangan, termasuk generasi muda.

Meski masih banyak tantangan yang dihadapi, namun dia meyakini, dengan sistem kolaborasi dan promosi, minat pemuda terhadap pertanian akan semakin tinggi.

“Jadi bagaimana memberikan branding bahwa pertanian bukan begitu (tidak menjanjikan). Tetapi usaha tani itu tidak kalah menariknya dengan yang lain,” ujarnya.

Andik menyebutkan, sejauh ini melalui kerja sama dengan sektor swasta, promosi pertanian daerah berdampak pada peningkatan produktivitas.

Bahkan, ada tren peningkatan minat generasi muda, khususnya terhadap pengembangan sejumlah komoditas tertentu.

“Trennya akhir-akhir ini membaik. Waktu dulu minus, hari ini ada peningkatan. Terutama di petani cabai, jagung, itu ada kenaikan tren,” ungkapnya.

Lebih jauh, menyikapi bonus demografi, sektor pertanian menurutnya menjadi salah satu bidang yang menjanjikan.

Untuk persiapannya, di Bulungan sudah mulai dilakukan pengembangan pertanian di beberapa desa.

Sekaligus menjadikan wilayah tersebut, sebagai daerah pertanian yang menarik untuk dikunjungi.

“Bagaimana menarik minat melalui sektor pertanian tadi. Jadi mereka anak muda, ke daerah pertanian itu, bisa sekaligus berwisata. Mengunjungi daerah pertanian salah satu upaya promosi. Misalnya petik cabai itu menarik, petik kakao itu menarik, kemudian produksi kakao bisa menjadi cokelat. Sama seperti tren kopi hari ini, itu juga dari sektor pertanian,” tambah Andik menerangkan. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment