Ekonomi Bisnis

Pertamina Ajak BUMDes Kaltara Lirik Pertashop

Tampak salah satu Pertashop milik Pertamina. (Foto : Ilustrasi/Net)
  • Sejumlah BUMDes Terganjal Kriteria Lahan Operasi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – PT. Pertamina (Persero) mengajak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lirik bisnis Pertashop. Atau lembaga penyalur Pertamina berskala kecil.

Pertashop ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM yang tidak/belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi Pertamina lainnya, yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Kita sedang mendorong sosialisasi cara kepemilikan usaha Pertashop oleh BUMDes di Kaltara,” kata Sales Branch Manager Pertamina Kaltim – Kaltara VI, Destra Rahmayadi, Jumat (30/4/2021).

Usaha Pertashop dinilai potensial dan menjanjikan dari segi keuntungan. Mengingat bahan bakar minyak (BBM) adalah kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Selain BBM, Pertashop juga bisa menjual produk lain. Seperti LPG Bright Gas dan Pelumas,” imbuhnya.

Pihak Pertamina sudah menyosialisasikan produk pertashop ke seluruh BUMDes. Salah satunya dalam agenda Webinar bersama Pemprov Kaltara belum lama ini.

“Di sana kita fokus sampaikan cara kepemilikan usaha Pertashop ini. Khususnya yang dengan modal Rp250 juta,” ujarnya.

Melalui skema Pertashop, juga akan mempercepat pemerataan distribusi BBM ke desa-desa di Kaltara. Sehingga akses BBM bisa lancar dan mudah didapat masyarakat.

Kendati BBM yang dijual non subsidi, namun harga yang diterapkan masih kompetitif dibandingkan BBM yang dijual masyarakat tanpa izin.

“Bagi desa yang sudah memenuhi kriteria lahan lokasi, peluang BUMDes mengembangkan Pertashop sangat besar,” paparnya.

Ketua Forum BUMDes Kaltara, Muhammad Khoiruddin, menilai Pertashop bisa jadi sektor bisnis bagus bagi BUMDes. Sekaligus bisa memberi kemudahan bagi masyarakat.

“Mengenai Pertashop, menurut saya bagus jika BUMDes berminat membukanya,” kata Khoiruddin.

Namun, ia mengatensi agar BUMDes tidak melirik apabila bisnis Pertashop sudah dilirik masyarakat setempat. Sehingga kinerja BUMDes tidak bertentangan dengan usaha masyarakat.

“Artinya juga tetap memperhatikan kondisi penjual atau masyarakat yang ternyata juga melirik bisnis itu. Jadi jangan sampai ada persaingan lah,” ujarnya.

Di lain sisi, ia memprediksi tidak semua BUMDes bisa diajak bekerjasama membangun Pertashop. Ini dikarenakan ada sejumlah kriteria lahan operasi yang belum terpenuhi di desa-desa.

“Seperti lokasi yang harus bisa dilalui mobil tangki 8 ton, itu kan belum semua desa bisa. Kemudian juga ketersediaan listrik yang stabil. Jadi ini perlu diperhatikan pemerintah setempat. Sebagai bentuk dukungan apabila BUMDesnya minat ke Pertashop,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah