Tarakan

Perputaran Uang di Sungai Bengawan Ratusan Juta Semalam

Erlan Susanto
TARAKAN, Koran Kaltara – Perputaran uang dari bisnis esek-esek dan miras di Lokalisasi Sungai Bengawan, Juata mencapai ratusan juta rupiah semalam. Ratusan orang melipir tiap malam. Dari wilayah perkotaan, untuk bisa sampai ke Lokalisasi Sungai Bengawan memerlukan waktu 30 menit. Lokalisasi ini dibuka mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, dan kembali buka pukul…

TARAKAN, Koran Kaltara – Perputaran uang dari bisnis esek-esek dan miras di Lokalisasi Sungai Bengawan, Juata mencapai ratusan juta rupiah semalam. Ratusan orang melipir tiap malam.

Dari wilayah perkotaan, untuk bisa sampai ke Lokalisasi Sungai Bengawan memerlukan waktu 30 menit. Lokalisasi ini dibuka mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, dan kembali buka pukul 08.00 Wita malam hingga pukul 01.00 Wita.

Lokalisasi Bengawan dihuni sekitar 50 kepala keluarga dan 110 wanita penghibur yang dikelola oleh 40 orang. Rata-rata PSK ini melayani tamu sambil minum minuman keras (miras) hingga ke kamar di kafe yang disediakan pengelola.

BACA JUGA:

Cahaya Bengawan Kembali Akan Redup

PSK Sungai Bengawan Minta Modal Usaha

Warga Minta Lokalisasi Karang Agas Ditutup Total

Erlan Susanto, penanggung jawab lokalisasi pindahan dari Lokalisasi Gunung Bakso ini mengungkapkan bahwa pemilik kafe memiliki pelanggan sendiri-sendiri.

“Misalnya orangnya itu-itu saja, kecuali pendatang baru mau minum. Biasanya, pendatang baru ini dari pekerja kapal dan tambang batu bara yang singgah di Tarakan. Kan mereka ini tidak tentu lokasi sandarnya,” ujar Erlan, ditemui, Selasa (11/12/2018).

Dalam satu malam, rata-rata kafe menerima tamu hingga 5 rombongan, dengan jumlah 3 hingga 4 orang setiap rombongan. Para tamu dilayani PSK yang berusia 19 hingga 50 tahun, tergantung permintaan dan disediakan oleh pemilik kafe.

Dari 40 cafe ini bisa menghabiskan lebih dari 50 dus miras perhari, jumlah ini akan meningkat di hari libur. Apalagi, menjelang libur akhir tahun, Natal dan tahun baru ini juga diperkirakan pengunjung lokalisasi akan meningkat hingga 2 sampai 3 kali lipat dari hari biasanya.

Secara segmentasi, pengunjung Lokalisasi Bengawan biasanya dari kelas menengah ke bawah, penjaga tambak hingga pekerja di laut yang pekerjaannya tergantung air pasang dan surut. Jika air surut atau air mati, para pekerja libur dan air pasang kembali ke laut.

“Setiap tamu yang masuk dari jam 8 hingga jam 11 malam, melewati portal masuk bayar Rp3 ribu. Kalau kondisi air mati kita bisa dapat Rp500 ribu permalam dan kalau sepi sekitar Rp200 ribu saat air jadi,” bebernya.

Ia mengungkapkan, meski mengurusi sekitar 40 kafe beserta lebih dari 100an PSK, namun di lokalisasi ini jarang ada kejadian kriminal. Jika ada masalah sedikit di cafe, pengelola akan langsung hubungi satpam, selanjutnya dilaporkan ke polisi.

“Kalau dihitung, pendapatan kafe kalau air mati bisa sampai ratusan juta dengan penjualan satu kis senilai Rp660 ribu semalam. Kalau air hidup ya setengahnya,” bebernya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Rifat Munisa

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 12 Desember 2018