Headline

Perpanjang PPKM Mikro Lima Hari

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan selain upaya pengetatan, disiplin prokes wajib dijalankan.(Foto : Nurjannah)
  • Turun di Level 3, Pengawasan Tetap Ketat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga 25 Juli 2021. Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, pihaknya menerima edaran terbaru dari Mendagri, terkait instruksi untuk daerah di luar Jawa dan Bali, khususnya di Kaltara, Selasa (20/7/2021).

“Jadi, kalau sebelumnya pada 6-20 Juli 2021 kita itu implementasi PPKM, di mana Bulungan masuk di level 4 (terkait penyebaran virus covid-19). Dari edaran yang baru dikeluarkan, kita berada di level 3, sesuai instruksi Mendagri Nomor 23 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM. Dan hari ini kita keluarkan edaran, berlaku sejak hari ini sampai 25 Juli,” ujarnya kepada sejumlah media, Rabu (21/7/2021).

Ia tak menampik, bahwa Bulungan kembali menjadi satu-satunya daerah di Kaltara yang masuk dalam Instruksi Mendagri. Penerapan PPKM kali ini dipastikan tidak jauh beda dengan sebelumnya. Akan tetapi, di level 3 ini ada beberapa hal yang dikecualikan ketika penerapan di level 4 sebelumnya.

“Kondisi daerah juga harus kita pahami, apalagi yang menyangkut kehidupan masyarakat Bulungan, khususnya. Seperti untuk kegiatan ekonomi masyarakat, karena itu sangat sensitif. Begitu juga berkaitan dengan kegiatan ritual ibadah. Dalam hal ini, kita tetap menegaskan bagaimana masyarakat Bulungan tetap senantiasa disiplin terhadap prokes, karena itu yang utamanya,” jelasnya.

Terkait kebijakan daerah, Bupati memastikan sudah dikoordinasikan. Termasuk menyampaikan kepada Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang. Teknis pelaksanaan bisa menyesuaikan. Sebab jika mengacu pada PPKM di level 4, maka pelaku ekonomi hanya diperbolehkan sampai Pukul 17.00. Kemudian untuk warung makan juga, meskipun untuk take away (bawa pulang) diperbolehkan hingga Pukul 20.00.

“Cuma, dilihat lagi bagaimana kondisi daerah kita, seperti Pujasera jika jam 17.00 harus tutup. Mereka baru buka, sudah tutup lagi. Ini yang juga perlu kita pertimbangkan karena semua mencari penghidupan. Tapi dalam hal ini, kita tetap mengimbau untuk tetap tidak lagi beraktivitas di atas Pukul 22.00,” tegasnya.

Sementara itu, rencana pengetatan pintu keluar-masuk seperti di Pelabuhan kayan II, Syarwani mengatakan hal itu juga sudah disampaikan ke Gubernur Kaltara. Sementara ini untuk syarat perjalanan antigen ataupun vaksin belum diberlakukan.

“Sesuai edaran yang ada memang untuk di fasilitas transportasi, ditekankan pada protokol kesehatan yang berlaku. Kalau tadi kita mau menerapkan antigen, misalnya, tapi  sementara kita untuk itu belum. Hanya prokes itu yang penting,” pungkasnya. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Nurul Lamunsari