Bulungan

Perlu 500 Ribu Ton per Bulan, CPO Bulungan Masih Minim

Rencana produksi minyak goreng kemasan di Bulungan masih berproses. (Foto : Norjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemkab Bulungan masih menunggu realisasi rencana investasi berupa pembangunan pabrik minyak goreng, untuk selanjutnya bisa memproduksi minyak goreng kemasan secara mandiri.

Hal itu diyakini bisa terealisasi. Pasalnya, potensi buah dari perkebunan kelapa sawit di Bulungan terbilang sangat cukup.

Dari puluhan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Bulungan, tujuh di antaranya memiliki pabrik pengolahan CPO.

Produksi yang ada dinilai bisa menghasilkan minyak goreng.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, Pemkab sudah ada komitmen untuk merealisasikan minyak goreng.

Saat ini masih menghitung target produksi, sebab target minyak goreng itu adalah masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM.

Pemkab juga berupaya menghasilkan produksi minyak goreng kemasan khas Bulungan untuk sementara, dengan bahan baku diambil dari luar. Namun untuk itu juga masih berproses.

“Pemindahannya (bahan baku) dari Bontang ataupun Balikpapan, itu juga membutuhkan biaya transportasi. Kita sudah duduk sama-sama dengan para pengelola perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan CPO di Bulungan. Pada intinya, mereka juga sepakat untuk memberikan dukungan rencana pabrik itu,” ujar Syarwani.

Rencananya, sekali kirim diupayakan sebanyak 16 ton bahan baku minyak goreng ke Bulungan.

Sementara ini juga dipertimbangkan adanya subsidi ongkos angkut bahan baku ke Bulungan melalui dunia usaha.

Produksi dari CPO yang ada di Bulungan masih berkisar 26 ribu ton per bulan dari tujuh perusahaan yang memiliki pabrik.

“Produksinya memang variatif tiap bulannya. Kalau kita bangun pabrik minyak goreng, itu minimal membutuhkan 500 ribu ton per bulan. Kalau dilihat dengan kondisi hari ini, baru 26 ribu ton. Artinya masih sangat jauh. Secara finansial oleh pelaku bisnis sedang dikalkulasi (dihitung),” ungkapnya.

Terpisah, Sekda Bulungan, Risdianto memastikan diskusi bersama beberapa pemilik pabrik CPO yang ada di Bulungan sudah dilakukan. Menurutnya, peluang investasi terbuka lebar.

“Hanya tinggal kita tunggu investornya datang untuk membangun pabrik itu. Pada prinsipnya, kita punya komitmen sama, bahwa pemerintah daerah berkewajiban untuk memberi dukungan terkait iklim investasi yang kondusif di daerah,” katanya.

Dari aspek perizinan, Pemkab akan memberikan pelayanan dalam prosesnya.

Terlebih investasi juga memberikan keuntungan bagi daerah dan juga masyarakat, termasuk di antaranya para pelaku usaha.

“Calon investor yang kemarin sudah berkabar, mereka juga sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa pengusaha. Karena dalam pengembangannya nanti dilakukan secara konsorsium (berkelompok). Memang untuk nilai investasinya antara Rp800 miliar sampai Rp1 triliun,” sebutnya.

Selain itu, Pemkab Bulungan juga mulai mempertimbangkan pangsa pasar ke depan, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag).
Kepala Diskoperindag Bulungan, Zakaria mengatakan, tujuan penjualan minyak goreng ini masih perlu dipetakan.

Berdasarkan data dari Kementerian saat melakukan survei, saat minyak goreng langka beberapa waktu lalu, diperkirakan kebutuhan minyak goreng di Bulungan mencapai 7000 liter per hari. (*)

BACA JUGA:

Reporter: Nurjannah
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment