Headline

Perang Dagang Australia – Tiongkok Naikkan Harga Batu Bara

Pertambangan batubara. (Foto : Ilustrasi/Net)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara, melalui Kepala Seksi Konservasi dan Produksi, Zainal Arifin menginformasikan, harga batu bara acuan (HBA) mengalami kenaikan di bulan April 2021.

Dari keterangan resmi Kementerian ESDM, terungkap bahwa memburuknya hubungan Australia – Tiongkok dipicu saat Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi virus corona pada April 2020. Sementara, dari pihak Beijing menganggap hal tersebut bagian dari provokasi.

“Larangan tidak resmi atas impor batubara asal Australia, menyebabkan produksi dan logistik Tiongkok ikut terganggu,” kata Zainal, Rabu (7/4/2021).

Pengurangan ekspor juga ditimbulkan oleh adanya gangguan pelabuhan NCIG di Newcastle. Terlebih, sebagian besar ekspor Newcastle ditujukan ke pelanggan jangka panjang di Asia Timur. Seperti Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

“Batubara yang dikirim dari Newcastle, merupakan batubara termal berkalori tinggi. Digunakan di pembangkit listrik, bersama dengan beberapa jenis batubara yang digunakan untuk membuat baja,” paparnya.

Berbagai rangkaian tersebut, berpengaruh terhadap sejumlah harga komoditas di pasar global. Termasuk batubara.

“Tensi dagang tersebut berimbas positif ke HBA. Karena naiknya permintaan batubara dari Indonesia , termasuk Kaltara ke Tiongkok,” ungkapnya.

HBA April 2021 naik cukup signifikan. Yakni mencapai USD2,19 per ton dari HBA Maret 2021 sebesar USD84,49 per ton.

“HBA April sekarang USD86,68 per ton,” imbuhnya.

Lanjut dia, kenaikan HBA kemudian dipicu permintaan batubara dari Jepang. Sekaligus adanya sentimen terkait menurunnya suplai dibanding permintaan batubara secara global.

“Di samping faktor permintaan dan pasokan, perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia. Yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya. Ini mempengaruhi juga harga jual batubara dari Kaltara,” jabarnya.

Nilai HBA sejak tahun 2021 disebut cukup fluktuatif. Dibuka pada level USD75,84 per ton di Januari , HBA mengalami kenaikan pada bulan Februari USD87,79 per ton. Kemudian turun di Maret USD84,49 per ton.

“Nilai HBA bulan April ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara di titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut,” pungkasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah