Tarakan

Perahu Nelayan Tenggelam, Diduga Tertabrak Tugboat Ponton

Proses evakuasi nelayan yang tertabrak ponton. (Foto : Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sebuah perahu yang diisi tiga nelayan Lingkas Ujung, tenggelam setelah dihantam benda terduga kapal besar sekira pukul 03.00 Wita di sekitar perairan Tanjung Pasir, Senin (13/9/2021). Ketiganya berhasil selamat.

Namun, seluruh perlengkapan menangkap ikan dan mesin perahu tenggelam. Tak berhasil diselamatkan.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tarakan, Rustan menuturkan, perahu tersebut milik nelayan bernama Tuo.

Dari pengakuan Tuo, saat sedang mencari ikan di perairan Tanjung Pasir, perahu miliknya tenggelam diduga akibat tertabrak kapal ponton.

“Waktu itu, Tuo sama kedua temannya di dalam kapal pasang jaring dan tidur di atas perahu. Karena sudah subuh, mereka tidur. Tiba-tiba ditabrak kapal ponton batu bara yang kosong,” ujar Rustan, kemarin.

Setelah tertabrak ponton, perahu langsung terbalik sementara Tuo beserta dua temannya yang ada di dalam perahu berhasil melompat keluar perahu dan menyelamatkan diri. Menurut keterangan Tuo, ia berpegangan dengan perahunya yang terbalik.

Beruntungnya, perahu yang terbalik masih dalam kondisi mengapung, sehingga bisa dijadikan pegangan sambil menunggu bantuan datang. Baru sekira pukul 06.00 Wita, ada kapal lain yang lewat dan mengevakuasi ketiganya ke daratan.

“Kejadiannya, baru diketahui pagi harinya. Memang pada saat kejadian, kemungkinan nakhoda tugboat  ponton yang menabrak perahu nelayan tidak menyadari sudah menabrak perahu. Jadi, Tuo sama temannya hanya berpegangan sambil menunggu kapal lewat. Kemudian ditolong tugboat yang lewat. Kita belum tahu nama tongkang itu karena gelap juga saat kejadian,” imbuhnya.

Setelah ketiganya dievakuasi ke daratan, untuk menindaklanjuti insiden tersebut, pihaknya sudah mendampingi ketiga nelayan ini melaporkan ke Satpolair Polres Tarakan.

Pihaknya berharap ponton yang menabrak bisa ditemukan pihak kepolisian, agar bisa dipertemukan dengan pihak korban.

“Lumayan juga kerugiannya. Apalagi mesin hilang dan perahunya sekitar 5 GT itu sudah tenggelam,” tuturnya.

Salah satu keluarga korban, Basir menuturkan, Tuo beserta Muhajir dan Fajir baru saja memasang jaring dan memutuskan tidur sebentar sambil menunggu waktu menarik jaring.

“Mereka kaget ada suara tabrakan dan kapal bergoyang. Jadi mereka langsung lompat ke laut. Kami berharap pemilik tongkang bisa bertanggung jawab lah. Apalagi kapal rusak, peralatan menangkap ikan dan mesinnya tenggelam,” tandasnya.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Polair Polres Tarakan AKP Kamson Sitanggang saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan perahu nelayan yang tertabrak kapal ponton.

Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman, terkait kronologis kejadian tersebut. Termasuk meminta keterangan saksi atau korban, nelayan yang tertabrak ponton.

“Sudah kami terima (laporan terkait perahu tertabrak kapal ponton). Tapi, ini masih kami cek dulu, seperti apa kejadiannya,” katanya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa