Kaltara

Penyidik Polri Wajib Menyandang Sarjana

Penandatanganan nota kesepahaman atau Mou yang dilakukan Karo SDM Polda Kaltara, Kombes Pol Harry Haryadi Badjuri, Rektor Unikaltar, Abdul Jabarsyah dan Rektor UBT Adri Patton, disaksikan Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
Polda Kaltara Jalin Kerja Sama dengan Unikaltar dan UBT TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Berdasarkan Peraturan  Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010, seluruh penyidik harus menyandang gelar sarjana. Atas dasar peraturan tersebut, Polda Kaltara menggandeng dua universitas di Kaltara untuk bekerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. Kedua universitas itu adalah, Universitas Kaltara (Unikaltar) Tanjung Selor…
  • Polda Kaltara Jalin Kerja Sama dengan Unikaltar dan UBT

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berdasarkan Peraturan  Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010, seluruh penyidik harus menyandang gelar sarjana. Atas dasar peraturan tersebut, Polda Kaltara menggandeng dua universitas di Kaltara untuk bekerja sama di bidang pendidikan dan penelitian.

Kedua universitas itu adalah, Universitas Kaltara (Unikaltar) Tanjung Selor dan Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang dilakukan Karo SDM Polda Kaltara Kombes Pol Harry Haryadi Badjuri dengan Rektor Universitas Kaltara Abdul Jabarsyah dan Rektor UBT Adri Patton. Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit.

Kepada wartawan,  Indrajit mengatakan, seorang anggota kepolisian tentu harus memiliki kuantitas dan kualitas. Yang dimaksud kualitas oleh Kapolda, adalah pengingkatan Sumber Daya Manusia (SDM) harus selalu dilakukan dengan cara pendidikan.

“Alhamdulillah kedua rektor universitas ini, (Abdul Jabarsyah dan Adri Patton) sangat mendukung upaya kita untuk meningkatkan kualitas dalam melakukan penyelidikan. Nanti anggota kita akan belajar di universitas itu hingga mendapatkan gelar sarjana,” katanya kepada Koran Kaltara, Jumat (21/12/2018).

Kapolda mengungkapkan, walaupun anggota Polri yang kembali menuntut ilmu di dua universitas tersebut, tentu kewajiban sebagai mahasiswa akan dilaksanakan. Apa yang menjadi persyaratan di universitas tersebut akan dijalankan. Dengan adanya kerja sama itu, kapolda berharap pemerintah juga memberikan perhatian.

“Kita berharap melalui kerja sama ini, ada fasilitas khusus untuk meningkatkan kualitas personel kita dalam melakukan penyelidikan. Tapi ketentuan-ketentuan dan kewajiban yang berkaitan dengan persyaratan universitas harus kita penuhi. Kita juga berharap, pemda bisa mendukung program ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UBT, Adri Patton mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut baik kerja sama tersebut. Dijelaskannya, anggota Polri yang akan menuntut ilmu di UBT akan didaftarkan sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum.

Sebenarnya kata dia, memberikan gelar sarjana kepada aparat kepolisian sudah dilakukan oleh pihaknya. Akan tetapi, baru saat ini melakukan kerja sama dengan pihak Polda Kaltara.

“Kita sebenarnya sangat menyambut baik dengan program ini. Kita sudah melakukan program ini dengan memberikan gelar sarjana kepada polisi dalam bidang penyelidikan,” kata kapolda.

Dijelaskannya, mahasiswa yang berstatus polisi itu akan diperlakukan sama dengan mahasiswa pada umumnya. Untuk jadwal perkuliahan sendiri kata dia, sudah dilakukan desain oleh pihaknya.

Tidak hanya dari kepolisian, perkuliahan untuk mendapatkan gelar sarjana penyelidikan juga akan di isi oleh personel dari Kejaksaan Negeri (Kejari), Pengadilan Negeri (PN) dan lain sebagainya.

“Proses pendidikannya itu ada namanya tugas belajar, ada izin belajar dan ada keterangan belajar. Kita akan membuat kelas khusus dengan jadwal belajar Jum’at, Sabtu dan Minggu. Dekan Fakultas Hukum juga sudah mendesain proses belajar mengajarnya nanti,” jelas dia.

Dalam program itu, Adri juga berharap ada dukungan dari pemerintah setempat. Terutama memberikan rekomendasi aparat kepolisian yang akan mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan gelar sarjana penyelidikan.

“Kita berharap, pemerintah bisa membantu mengirimkan personel dari polres masing-masing supaya mereka kita didik. Kerja sama ini kita harapkan, 2-3 tahun kedepan akan muncul sarjana-sarjana kepolisian dari fakultas hukum yang memang seorang penyidik,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Edy Nugroho

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 22 Desember 2018