Ekonomi Bisnis

Penjualan Pertalite Meningkat, Premium Mulai Ditinggalkan

Penjualan pertalite di SPBU di Tarakan. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite mulai diluncurkan di Tarakan, sejak Maret 2016. Meski BBM jenis pertamax lebih dulu dikenalkan dari pertalite, namun dalam hal penjualan memang pertalite lebih diminati masyarakat menengah ke bawah.

Selisih harga yang tipis, membuat pengguna premium beralih ke pertalite. Harga premium saat ini berkisar Rp6.450 per liter sedangkan pertalite Rp7.650 per liter.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gunung Lingkas bahkan menyebutkan per hari bisa menghabiskan sekitar 18 ton hingga 24 ton Pertalite.

“Kalau bulan Oktober ini, premium hanya 10 ton. Bulan lalu 8 ton,” kata pengawas SPBU Gunung Lingkas, Suhaeri saat ditemui Senin (19/10/2020).

Kuota premium, diakui Suhaeri memang sudah mulai dikurangi Pertamina sejak pertalite dikenalkan ke masyarakat. Biasanya, penjualan pertalite meningkat di akhir pekan hingga hari Senin.

Khusus di SPBU Gunung Lingkas, dari satu nozel saja yang melayani pertalite saat ini sudah ada 6 nozel dan semuanya melayani pengisian motor dan mobil. “Premium diatur kuotanya hanya 150 ton per tahun, kalau pertalite ada terus stoknya,” imbuhnya.

Sales Branch Manager Rayon V Pertamina Kaltim Kaltara, Mochammad Abdillah Rorke mengungkapkan, harga pertalite kompetitif dan terjangkau masyarakat.

Abdillah mengungkapkan, premium memang lebih diarahkan ke daerah yang terluar dan tertinggal karena merupakan BBM bersubsidi. Premium diarahkan ke daerah yang membutuhkan.

Dibandingkan Tarakan dengan pertumbuhan per kapita sangat besar, perlahan-lahan premium diarahkan ke daerah yang membutuhkan.

“Tidak hanya subsidi, tapi Pertamina ditugaskan untuk mengalihkan premium ke daerah terpencil karena dibutuhkan di sana,” tandasnya.

Peningkatan jumlah penjualan pertalite, disebut Abdillah tahun 2016 di Tarakan sebanyak 3.814 KL, kemudian di tahun 2017 sebanyak 7.863 KL, tahun 2018 terjual 11.404 KL.

Tahun 2019 penjualan pertalite meningkat tajam menjadi 26.529 KL dan di tahun 2020 ini hingga September sudah terjual 19.233 KL.

Dari data di Rayon V Pertamina Kaltim Kaltara, khusus di Tarakan jumlah konsumsi masyarakat setiap bulan meningkat 1.000 KL hingga 2.000 KL setiap bulan. Namun, di tahun 2020 ini jumlah penjualan pertalite menurun sejak pandemi Covid-19, April lalu.

“Kalau prognosa kami pertalite akan menyentuh angka 26.000 KL. Kurang lebih sama dengan tahun lalu. Nah, kenapa tidak meningkat (penjualan pertalite tahun ini), karena ada wabah covid ini yang mempengaruhi penjualan BBM di seluruh SPBU Tarakan,” jelasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah