Tana Tidung

Peningkatan Kendaraan di KTT Berjalan Lamban

Situasi lalu lintas kendaraan di KTT. (Foto: Sahida)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Dengan jumlah penduduk berkisar 24.145 jiwa, Kabupaten Tana Tidung (KTT) merupakan daerah dengan kepadatan penduduk paling sedikit di wilayah Kaltara.

Hal ini juga mengakibatkan laju pertumbuhan jumlah kendaraan di daerah ini berjalan lamban.

Pengadministrasi Umum di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) UPT Kabupaten Tana Tidung, Bachtiar menuturkan di Tahun 2019 ada sekitar 1.200 kendaraan roda dua milik masyarakat maupun instansi yang terdata di Tana Tidung.

“Menyebar di kecamatan dan desa-desa, seperti di Tana Lia, Bebatu dan Muruk Rian. Tapi, terbanyak kendaraan ini ada di Tideng Pala sebagai ibukotanya dan di Sesayap Ilir. Karena aktivitas banyak ya di dua daerah ini saja,” ujarnya.

Seperti di Sekatak, Kecamatan Tana Lia, kata dia merupakan pulau yang hanya bisa di akses menggunakan speed kecil.

Proses penagihan dan sosialisasi ke masyarakat biasanya dilakukan bersamaan, agar bisa dilakukan sekali jalan.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, disebutkan Bachtiar kebanyakan kendaraan pribadi dan seluruhnya dengan kendaraan dinas sebanyak 600-an kendaraan. Data ini diperoleh dari efektif pajak di akhir tahun 2019 yang melakukan pembayaran rutin setiap tahun.

“Tapi, banyak juga yang kita belum ketahui jumlahnya karena mereka tidak membayar pajak misalnya. Jadi, data kami ini dari yang melakukan pembayaran pajak saja,” jelasnya.

Namun, jika dilakukan pendataan jumlah kendaraan termasuk yang belum membayar pajak atau yang kendarannya terdaftar di daerah lain, jumlahnya bisa lebih banyak dari yang ada. Karena banyak perusahaan yang ada di Tana Tidung, membawa kendaraan dari luar kota.

“Kenaikan itu ada, dari kendaraan baru. Tapi, jumlahnya mungkin hanya sekitar 10 sampai 15 persen saja setiap tahun,” imbuhnya.

Diakuinya, dengan adanya pengurangan bea balik nama dan denda pajak yang diberlakukan Pemprov Kaltara membantu mendata kembali kendaraan yang ada di Tana Tidung, tetapi berasal dari daerah lain.

Ia contohkan, ada warga yang membeli kendaraan dari Malinau, Bulungan, Tarakan dan Nunukan hingga Samarinda, Kaltim kemudian digunakan di Tana Tidung.

“Kebanyakan kita ketahui ada kendaraan dari luar daerah, waktu mengurus bea balik nama itu. Kalau lokal saja, misalnya di wilayah Tana Tidung saja sedikit jumlahnya. Karena, dealer kendaraan di Tana Tidung ini tidak ada. Jadi, mereka hanya menitipkan kendaraan, tapi keputusan dari dealer yang ada di Tarakan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah